KKN UGM di Morowali Utara Tinggalkan Program Berdampak Nyata

Ilham Nusi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:59 WIB
KOMPAK - Mahasiswa UGM foto bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara usai pemaparan hasil akhir program KKN PPM UGM di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (6/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
KOMPAK - Mahasiswa UGM foto bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara usai pemaparan hasil akhir program KKN PPM UGM di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (6/8/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADARPALU - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Morowali Utara resmi berakhir setelah berlangsung selama 50 hari.

Pemkab Morowali Utara (Morut) memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UGM Gelombang II Tahun 2026 yang dinilai menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Asisten I Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Morut, Krispen H. Masu, dalam kegiatan Pemaparan Hasil Akhir Program KKN PPM UGM yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Lima Desa Gugat Hasil Pilkades Morowali Utara 2026, Empat Serentak Satu PAW

Selama 50 hari, mahasiswa UGM menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Ganda-Ganda dan Desa Korololaki, Kecamatan Petasia. Berbagai program yang mereka laksanakan mendapat respons positif dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Krispen Masu mengapresiasi berbagai inovasi yang dihadirkan mahasiswa selama menjalankan KKN.

"Kegiatan KKN yang telah dilaksanakan telah menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya.

Baca Juga: Perjuangan Supriadi Berakhir di Tanah Rantau, PT UKK Janji Perkuat Keselamatan Kerja

Pemkab Morut berharap kolaborasi bersama UGM terus berlanjut sehingga semakin banyak program pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan di masa mendatang.

"Kami berharap, kerja sama antara UGM dan Pemda Morut akan terus terjalin bahkan ditingkatkan karena telah membawa dampak yang sangat berarti bagi kemajuan daerah," tambah Krispen.

Sementara itu Prof. Jati mewakili civitas akademika UGM menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Morut selama pelaksanaan KKN.

Baca Juga: Kaukus Perempuan Palu Soroti Dugaan Penghentian Kasus Pencabulan Siswi SD

"Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Pemkab Morut, dan semoga Morowali Utara bisa menjadi daerah afirmasi agar generasi terbaik dari Morowali Utara dapat melanjutkan pendidikan di UGM dengan berbagai kemudahan," ungkapnya.

Harapan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang pengabdian masyarakat, tetapi juga akses pendidikan bagi putra-putri Morowali Utara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil kegiatan oleh perwakilan mahasiswa. Mereka menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan selama berada di lokasi pengabdian.

Baca Juga: DPRD Morut Ultimatum PT Enersteel Tuntaskan Tuntutan Warga Peboa

Pemerintah desa yang hadir mengungkapkan rasa bangga karena masyarakat dapat bekerja bersama mahasiswa UGM dalam berbagai kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Asisten I juga meminta agar berbagai program inovatif yang telah dihasilkan tidak berhenti setelah KKN berakhir. Krispen mendorong pemerintah desa untuk melanjutkan dan mengembangkan program tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Bappelitbangda Gersom Tandi serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jerry Barmo.

Baca Juga: Pemkab Morut Ajukan Pinjaman Rp200 Miliar dalam KUA-PPAS 2027

"Dari Tugu Jogja menuju keraton, angin berhembus membawa harapan. Terima kasih atas segala pengabdian, semoga sukses di masa depan," tutup Krispen dengan sebuah pantun. (***)

Editor : Ilham Nusi
KKN UGM UKGM KKN PPM Pemkab Morut morowali utara