Perjuangan Supriadi Berakhir di Tanah Rantau, PT UKK Janji Perkuat Keselamatan Kerja

Ilham Nusi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:10 WIB

 

BERHASIL - Tim penyelam SAR Gabungan Basarnas menemukan jenazah Supriadi di kedalaman sekitar 15 meter di hari kedua pencarian, Rabu (5/8/2026) sekira pukul 11.30 WITA. (FOTO: SAR MOROWALI/RADAR PALU)
BERHASIL - Tim penyelam SAR Gabungan Basarnas menemukan jenazah Supriadi di kedalaman sekitar 15 meter di hari kedua pencarian, Rabu (5/8/2026) sekira pukul 11.30 WITA. (FOTO: SAR MOROWALI/RADAR PALU)

RADAR PALU – Perjuangan Supriadi (31) mencari nafkah untuk istri dan anaknya harus berakhir tragis di tanah rantau. Karyawan PT Usaha Kita Kinerjatama (UKK) itu ditemukan meninggal dunia setelah dua hari hilang di kawasan Jetty Desa Ganda-Ganda, Kabupaten Morowali Utara.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, PT UKK berkomitmen memperkuat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar insiden serupa tidak terulang.

Supriadi ditemukan oleh tim penyelam SAR Gabungan Basarnas pada Rabu (5/8/2026) sekira pukul 11.30 WITA. Korban berada di kedalaman sekitar 15 meter, tidak jauh dari lokasi yang diduga menjadi titik dia terjatuh saat bekerja.

Baca Juga: Pencarian Berakhir, Karyawan PT UKK Ditemukan Meninggal Dunia

Koordinator Pos SAR Morowali, Chiswanto Syarif, mengungkap proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

"Tim Penyelam SAR Gabungan Basarnas berhasil menemukan korban di kedalaman 15 meter dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian pada pukul 11.30," ungkap Chiswanto usai penemuan jenazah korban.

Sebelumnya, Supriadi dilaporkan hilang ketika melakukan pengecekan kemiringan tongkang di bagian belakang kapal di kawasan Pelabuhan Jetty Desa Ganda-Ganda.

Baca Juga: Kaukus Perempuan Palu Soroti Dugaan Penghentian Kasus Pencabulan Siswi SD

Rekan kerjanya sempat mencari setelah panggilan yang dilakukan tidak mendapat respons. Di lokasi, mereka hanya menemukan helm dan sepatu korban mengapung di permukaan air.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak perusahaan dan keluarga untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

Jenazah Supriadi tiba di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8/2026). Ratusan pelayat memadati rumah duka hingga mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca Juga: Mobil Plat Merah Diduga Digunakan untuk Angkut Material Proyek Normalisasi di Donggala

Supriadi yang dikenal sebagai sosok pekerja keras. Lima bulan lalu, dia meninggalkan kampung halaman demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Menyikapi insiden tersebut, PT UKK menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan perusahaan memberikan pendampingan selama proses penanganan.

Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (6/8/2026) malam, Humas PT UKK Mario Agung Ranu memaparkan bahwa perusahaan langsung berkoordinasi dengan tim internal sejak menerima laporan kejadian.

Baca Juga: Bunda Wiwik Dorong Penguatan Anggaran Ketahanan Keluarga dalam KUA-PPAS Sulteng 2027

Pihaknya juga mendukung penuh proses pencarian bersama tim SAR gabungan hingga korban ditemukan.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang agar seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

PT UKK memastikan keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional serta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3.

Baca Juga: Safri Kritik Usulan Mendagri soal DBH: Jangan Perlakukan Sulawesi Tengah sebagai Sapi Perah Negara

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Perusahaan memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendukung seluruh proses penanganan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi guna memperkuat aspek keselamatan kerja di lingkungan operasional perusahaan," ujar Mario.

Kepergian Supriadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung mereka.

Di sisi lain, tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja secara konsisten di setiap aktivitas operasional yang memiliki risiko tinggi. (***)

Editor : Ilham Nusi
PT UKK Supriadi morowali utara Basarnas K3