UEA Lirik Potensi Sulteng, Energi Terbarukan hingga Hilirisasi Jadi Prioritas Investasi

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:33 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (4/8/2026), membahas peluang investasi strategis di berbagai sektor. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (4/8/2026), membahas peluang investasi strategis di berbagai sektor. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Peluang investasi baru mulai dibuka Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah setelah menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, hilirisasi industri, hingga pengembangan ekonomi hijau.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (4/8/2026), dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

Dalam kesempatan itu, Anwar menilai kunjungan delegasi UEA menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring investasi internasional sekaligus memperkenalkan potensi Sulawesi Tengah kepada calon mitra strategis.

Baca Juga: Picu Ketimpangan Fiskal, Muhammad Safri Desak Gubernur Sulteng Perjuangkan Revisi Kepmen ESDM

Ia mengatakan, selama ini Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. Namun, pemerintah daerah ingin investasi tidak hanya terpusat di kawasan industri tertentu, melainkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata hingga wilayah barat Sulawesi Tengah.

"Investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah sudah sangat besar, tetapi masih banyak potensi yang belum bergerak, terutama di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor lainnya. Ini yang ingin kami dorong agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Anwar.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan bersama investor dari UEA. Selain hilirisasi mineral, peluang juga terbuka pada sektor pertanian modern, ketahanan pangan, kelautan, logistik maritim, pembangunan infrastruktur, hingga pariwisata.

Baca Juga: MoU Belum Kelar, Penanganan Permanen Krisis Air Bersih Petasia Terancam Mandek

Salah satu fokus utama yang ditawarkan adalah pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah daerah ingin mempercepat pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau dan pengurangan ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara.

Anwar menegaskan pemerintah daerah siap memberikan kepastian investasi kepada seluruh calon investor yang ingin mengembangkan usahanya di Sulawesi Tengah.

"Kami memberikan jaminan kepastian investasi bagi siapa pun dan dari mana pun yang ingin berinvestasi di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar investasi yang masuk dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Tak hanya sektor ekonomi, pembahasan juga menyentuh peluang kerja sama di bidang kesehatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong hadirnya fasilitas kesehatan bertaraf internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim percepatan yang akan mendalami berbagai peluang kerja sama. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga dijadwalkan melakukan pembahasan lanjutan dengan Kedutaan Besar UEA di Jakarta, yang akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Urusan Ekonomi Kedutaan Besar UEA Meera Alazeezi, Manajer Pengembangan Bisnis APAC Musdar Indonesia Maesha Prabandani, Penasehat Khusus Presiden Indonesia untuk Pertahanan Nasional Mohsein Saleh Albadegel, Analis Ekonomi Kedutaan Besar UEA A.M. Farul Baql, Habib Salim Aljufri, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.***

Editor : Muhammad Awaludin
UEA Anwar Hafid energi terbarukan Investasi Sulteng Ekonomi Hijau