PARIGI MOUTONG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako (UNTAD) menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran non-tunai melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tempat ibadah.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Tolai pada Rabu (29/7) itu bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan QRIS sebagai sarana pembayaran donasi, sedekah, maupun persembahan secara non-tunai.
Melalui implementasi QRIS, jamaah, jemaat, maupun umat diharapkan dapat memberikan donasi dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
Baca Juga: BRIN Teliti Dampak HAM bagi ODHIV di Palu, Bidik Tekan Stigma dan Diskriminasi
Selain itu, sistem pembayaran digital dinilai mampu mendukung pencatatan keuangan yang lebih rapi, akuntabel, serta transparan bagi pengurus tempat ibadah.
Sosialisasi tersebut dihadiri tokoh-tokoh agama, pengurus umat setempat, Pemerintah Desa Tolai, serta mahasiswa KKN Universitas Tadulako.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat mempercepat adopsi transaksi digital di lingkungan desa.
Branch Office Head BRI Parigi, I Dewa K. Yudyadana Ajilaksana, membenarkan kehadiran BRI Parigi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan QRIS merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendukung percepatan transformasi digital sistem pembayaran di tingkat masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Tadulako dan BRI menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, sektor perbankan, dan pemerintah desa dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk aktivitas sosial dan keagamaan.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap transaksi non-tunai, implementasi QRIS di tempat ibadah diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat. ***
Editor : Talib