RADAR PALU – Festival Danau Lindu 2026 tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda tahunan yang menampilkan seni dan budaya. Bagi Pemerintah Kabupaten Sigi, festival tersebut menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, memperluas lapangan kerja, sekaligus memperkuat posisi Danau Lindu sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah.
Hal itu ditegaskan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, usai membuka Festival Danau Lindu 2026 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kamis (23/7). Menurutnya, setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“Setiap event harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pariwisata harus mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Rizal.
Baca Juga: Fokuskan Kakao Sigi hingga Durian, Kemenkum Sulteng Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis KI
Ia menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sigi yang telah tertuang dalam visi-misi kepala daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Karena itu, seluruh potensi wisata yang dimiliki daerah akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurut Rizal, kawasan Danau Lindu memiliki daya tarik yang lengkap. Selain panorama alam yang masih asri dan menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Lore Lindu, wilayah tersebut juga didukung sektor pertanian yang produktif, kekayaan budaya masyarakat adat, hingga potensi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut diyakini mampu menjadi kekuatan baru dalam membangun ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terpadu melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Baca Juga: Merangkai Jejak Budaya Lewat Tulisan, Dinas Perpustakaan Sigi Targetkan Lahirkan Buku Kearifan Lokal
Rizal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sigi memilih mengembangkan konsep “emas hijau” dengan menjadikan sektor pertanian dan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Langkah tersebut dinilai lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan eksploitasi sumber daya alam yang berisiko merusak lingkungan.
“Pertanian menjadi sektor unggulan kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian alam. Pariwisata juga harus berkembang tanpa menghilangkan keaslian dan kekayaan alam yang kita miliki,” katanya.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata Danau Lindu, Pemkab Sigi akan terus membangun infrastruktur pendukung serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga sektor swasta.
Baca Juga: Menko Pangan ke Sigi, Pastikan Pupuk Tersedia dan Harga Gabah Menguntungkan Petani
Pemerintah juga membuka peluang investasi di sektor akomodasi wisata melalui pembangunan homestay dan cottage yang dikelola bersama masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih autentik sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada warga.
“Kami mengajak para investor dan pelaku usaha untuk berkolaborasi membangun homestay maupun cottage. Lindu tidak membutuhkan hotel besar, tetapi akomodasi yang menyatu dengan alam, ramah lingkungan, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” ungkapnya.
Baca Juga: Air Bersih Jadi Prioritas, EDC Panas Bumi Indonesia Bantu Ribuan Korban Gempa di Sigi
Ia optimistis berbagai inovasi yang terus dilakukan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Lindu dari tahun ke tahun. Meningkatnya kunjungan wisata diharapkan berdampak pada tumbuhnya UMKM, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta terbukanya lapangan kerja baru di kawasan tersebut.
Pembukaan Festival Danau Lindu 2026 turut dihadiri Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Pariwisata Arum Damarintyas yang mewakili Kementerian Pariwisata, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Sigi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin