Wagub Reny Dorong RS Undata Berbenah, Kaizen Jadi Budaya Pelayanan

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:05 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen di Gedung Pogombo, Kamis (23/7). Kegiatan diikuti tenaga kesehatan dan tenaga penunjang RS Undata. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen di Gedung Pogombo, Kamis (23/7). Kegiatan diikuti tenaga kesehatan dan tenaga penunjang RS Undata. FOTO: BIRO ADPIM SULTENG 

 

RADAR PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mendorong RS Undata terus berbenah dengan menjadikan kaizen atau budaya perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan sehari-hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Hal tersebut disampaikan Reny saat membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen di Gedung Pogombo, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut diikuti tenaga kesehatan dan tenaga penunjang RS Undata hingga Jumat (24/7).

Menurut Reny, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki rumah sakit, tetapi juga oleh budaya kerja seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Baca Juga: Dinas ESDM Hentikan Sementara Operasi produksi Puluhan Perusahaan Tambang Batuan di Sulteng

"Berani kaizen! Lakukan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan Undata," ujarnya.

Ia mengatakan, penerapan kaizen dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang memberikan dampak besar bagi pasien. Salah satunya adalah pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), di mana pasien membutuhkan penanganan cepat sekaligus sikap ramah dari petugas.

Menurutnya, perawat yang berpenampilan rapi, bertutur kata santun, dan sigap melayani pasien akan memberikan rasa aman sehingga kondisi psikologis pasien menjadi lebih tenang.

Baca Juga: BNNP Sulteng Dukung Program Ananda Bersinar, Ajak Anak Jauhi Narkoba Sejak Dini

Selain meningkatkan kenyamanan pasien, Reny menilai budaya kaizen juga mampu menciptakan pelayanan yang lebih efisien. Mulai dari memangkas waktu tunggu pasien, mengurangi pemborosan penggunaan alat dan biaya operasional, hingga meningkatkan keselamatan pasien.

Ia mengingatkan agar setiap perubahan yang telah dilakukan tidak berhenti di tengah jalan.

"Jangan hari ini sudah dilakukan, besok malah dilupakan," tegasnya.

Reny menambahkan, budaya perbaikan berkelanjutan tersebut sejalan dengan semangat BERANI Sehat, yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Ia optimistis, jika seluruh jajaran RS Undata menerapkan kaizen secara konsisten, mutu pelayanan akan semakin meningkat dan masyarakat semakin percaya menjadikan RS Undata sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah.

"Kalau pelayanan bagus pasti masyarakat mencari kita," katanya.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026: Anak Terlindungi, Sulawesi Tengah Maju

Melalui workshop tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan terus berkembang di lingkungan RS Undata sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan berkualitas. ***

Editor : Muhammad Awaludin
BERANI SEHAT Kaizen Pelayanan Kesehatan RS Undata Reny Lamadjido