RADAR PALU – Musyawarah Provinsi (Musprov) Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) Sulawesi Tengah menjadi wadah menyinergikan akademisi, praktisi, pemerintah, dan pemerhati lingkungan dalam merespons berbagai persoalan lingkungan di daerah.
Ketua Pertalindo DPP Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Setiyawan, ST, MT mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur.
“Peserta terdiri dari akademisi Universitas Tadulako, praktisi, beberapa konsultan dan perusahaan, kemudian Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, pemerhati lingkungan dari LSM, serta beberapa konsultan penyusun dokumen lingkungan,” ujar Setiyawan kepada Radar Palu saat ditemui pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Dari Pemburu Koruptor Kini Jadi Tersangka, Febrie Adriansyah Hadapi Tiga Perkara Sekaligus
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyinergikan seluruh komponen, seperti akademisi, praktisi, maupun pemerhati lingkungan, terhadap berbagai isu yang berkembang di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi kerusakan lingkungan pascabencana, persoalan sampah, ketersediaan air bersih di wilayah pesisir dan pegunungan, serta isu perubahan iklim global.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Teknik Universitas Tadulako. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek administrasi, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Rudi Margono Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus, Begini Penjelasan Resmi Kejagung
“Dalam waktu dekat akan dilakukan penetapan pengurus Pertalindo Sulawesi Tengah, kemudian menyusun program kerja selama satu tahun ke depan, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan Pertalindo Sulawesi Tengah dapat menjadi bagian dari upaya menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang berkembang di daerah, termasuk mempersiapkan langkah menghadapi dampak dari aktivitas yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan.
Setiyawan juga mengatakan Musprov tersebut merupakan yang pertama dilaksanakan di Sulawesi Tengah dan menjadi awal pembentukan kepengurusan Pertalindo di provinsi tersebut.
Sementara itu, Ketua DPN Pertalindo, Ir. Dodi Trianto, mengatakan Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) merupakan organisasi profesi di bidang lingkungan hidup yang didirikan pada 2017. Awalnya, keanggotaan organisasi tersebut hanya diperuntukkan bagi tenaga ahli lingkungan yang memiliki sertifikat kompetensi.
Menurut Dodi, anggota Pertalindo sebelumnya berasal dari kalangan yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang lingkungan hidup, seperti ketua tim atau anggota tim penyusun analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), petugas laboratorium, pengambil sampel, pengelolaan air limbah, hingga berbagai sertifikat lain yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
Namun, hasil musyawarah organisasi pada 2025 memutuskan bahwa Pertalindo kini membuka keanggotaan bagi berbagai pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup.
“Seperti akademisi teknik lingkungan, PSL, PPLH, kemudian dari birokrasi seperti dinas lingkungan hidup maupun lembaga swadaya masyarakat juga bisa menjadi anggota Pertalindo,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dodi juga menyampaikan pesan kepada pengurus Pertalindo Sulawesi Tengah. Ia menilai Sulawesi Tengah saat ini memiliki banyak kegiatan, khususnya di sektor pertambangan, sehingga memerlukan perhatian lebih dalam aspek pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
Karena itu, ia berharap pengurus Pertalindo Sulawesi Tengah dapat menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta kalangan akademisi untuk membantu pemerintah dalam pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan.
“Ini tentu saja tidak lain untuk menjaga lingkungan kita karena harus berkesinambungan. Jadi harus seimbang antara kegiatan usaha yang memberikan kontribusi dan lingkungan yang tetap dijaga,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin