Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemenkum Sulteng Dorong Kolaborasi Global Lewat Buya Subi Festival

Ismail Kamur • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:29 WIB
Kanwil Kemenkum Sulteng menilai penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di Sulawesi Tengah.
Kanwil Kemenkum Sulteng menilai penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di Sulawesi Tengah.

RADARPALU - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) menilai penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya di Sulawesi Tengah.

Festival bertema Handmade for the Earth yang berlangsung di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026), mempertemukan pemerintah, pelaku industri fesyen, desainer, akademisi, komunitas budaya, hingga mitra internasional dalam satu ruang kolaborasi untuk mempromosikan tenun khas Sulawesi Tengah.

Kanwil Kemenkum Sulteng diwakili Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Sopian, yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Tenun Buya Subi

Festival dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, serta menjadi hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah bersama Eco Fashion Week Australia (EFWA).

Sopian mengatakan, kolaborasi lintas negara seperti yang dibangun dalam festival tersebut membuka peluang besar bagi produk budaya lokal untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas.

“Festival ini membuktikan bahwa budaya daerah mampu menjadi jembatan kerja sama internasional. Ketika produk budaya dipromosikan melalui kolaborasi global, maka peluang investasi, pemasaran, dan pengembangan ekonomi kreatif akan semakin terbuka,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Regulasi, Kemenkum Sulteng Kawal Ranperbup Inovasi Daerah Donggala

Ia menambahkan, aspek hukum tetap menjadi fondasi penting dalam mendukung perluasan pasar tersebut. Perlindungan kekayaan intelektual diyakini mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku industri kreatif.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan langkah positif dalam memperkenalkan potensi budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat dunia.

Menurutnya, keberadaan mitra internasional dalam Buya Subi Festival menjadi bukti bahwa produk budaya lokal memiliki daya tarik tinggi apabila dikemas secara profesional dan didukung dengan perlindungan hukum yang memadai.

 

“Kolaborasi internasional seperti ini harus terus diperluas. Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum Sulteng siap mendukung penguatan aspek hukum sehingga produk budaya Sulawesi Tengah memiliki kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global,” kata Rakhmat Renaldy.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas budaya, dan mitra internasional menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal.

Rakhmat berharap semakin banyak produk budaya Sulawesi Tengah yang tampil dalam forum nasional maupun internasional sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Pemkab Morut Dukung Hilirisasi Sawit untuk Kesejahteraan Rakyat

Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulteng dalam Buya Subi Festival 2026 menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui penguatan perlindungan hukum, peningkatan kolaborasi, serta perluasan jejaring kemitraan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Mugni Supardi
#Buya Subi Festival 2026 #tenun Buya Subi #Ekonomi Kreatif #Kanwil Kemenkum Sulteng #Rakhmat Renaldy