Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BPDP, Ditjenbun, dan AKPY Cetak Agen Perubahan Pekebun Sawit Morowali Lewat Pelatihan SDM Perkebunan 2026

Talib • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:29 WIB
84 pekebun asal Morowali mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Palu. 
84 pekebun asal Morowali mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Palu. 

RADAR PALU – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

 

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menyiapkan pekebun sebagai agen perubahan di daerahnya.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 84 pekebun asal Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung pada 6–11 Juli 2026 di Palu dengan materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik perkebunan berkelanjutan.

Baca Juga: Morowali, Palu, dan Donggala Jadi Tiga Besar Penyumbang Pajak Alat Berat

Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, mengatakan pelatihan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk peserta agar mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing.

 

Menurutnya, kemajuan industri sawit nasional tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, investasi, maupun teknologi, tetapi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola perkebunan.

 

"Investasi terbesar yang dapat dilakukan bukan hanya membeli sarana produksi, tetapi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Ilmu yang diperoleh akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kebun dan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Baca Juga: Dendam Soal Tanah Berujung Maut, Mahasiswa Tembak Tetangga dengan Senapan Angin di Morowali Utara

Ia menjelaskan, Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional. 

 

Karena itu, pekebun dituntut mampu menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mengelola kebun secara efisien, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan pasar global.

 

Materi pelatihan mencakup teknik budidaya, pemupukan, pengendalian gulma, konservasi tanah dan air, hingga pengelolaan kebun sesuai prinsip keberlanjutan.

Baca Juga: Petrosea Gelar Sunat Massal Gratis untuk 130 Anak di Morowali, Wujud Kepedulian Sosial di Wilayah Tambang

Idum menegaskan, petani masa depan adalah mereka yang terus belajar, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki pencatatan usaha yang baik, serta konsisten menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, menilai pembangunan perkebunan saat ini tidak lagi berorientasi pada perluasan lahan semata, melainkan peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, kualitas hasil, nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan lingkungan.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta asal Morowali yang tetap memilih mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit meski wilayahnya memiliki peluang besar di sektor pertambangan.

Baca Juga: Danrem 132/Tadulako Lantik Letkol Inf Boyke Baja sebagai Dandim 1311/Morowali

Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.

 

Di sisi lain, Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Awalludin Nunu, menekankan pentingnya pendampingan pascapelatihan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

 

Pemerintah Kabupaten Morowali, kata dia, berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, penyuluh, dan pekebun terus berlanjut sehingga lahir lebih banyak pelopor yang mampu mendorong transformasi pengelolaan kebun rakyat menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Wujud Polri untuk Masyarakat, Polres Morowali Gelar Bakti Kesehatan

Melalui sinergi BPDP, Ditjenbun, AKPY, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, Program Pengembangan SDM Perkebunan diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga melahirkan agen-agen perubahan yang mampu menularkan pengetahuan, memperkuat kelembagaan pekebun, serta mempercepat terwujudnya perkebunan kelapa sawit rakyat yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***

Editor : Talib
#bpdp #ditjenbud #AKPY #SDM perkebun #perkebun sawit morowali