Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Menko Pangan ke Sigi, Pastikan Pupuk Tersedia dan Harga Gabah Menguntungkan Petani

Muhammad Awaludin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 11:59 WIB
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani saat Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani saat Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa

 

RADAR PALU – Pemerintah pusat memastikan distribusi pupuk bersubsidi, stabilitas harga gabah, hingga penguatan program ketahanan pangan terus menjadi perhatian. Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat menghadiri Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Keduanya juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea sebagai dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Patrio, Anggota DPR RI Sarifuddin Sudding, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta ratusan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sigi. 

Baca Juga: Bapenda Sulteng Kantongi Pajak Daerah Rp922 Miliar, BBM Jadi Penyumbang Terbesar

Di hadapan para petani, Zulkifli Hasan mengatakan dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh program strategis sektor pangan berjalan efektif di lapangan. Karena itu, pemerintah secara rutin melakukan pemantauan terhadap distribusi pupuk, harga gabah, kondisi irigasi, koperasi desa, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, hasil peninjauan di Sigi menunjukkan pupuk bersubsidi telah tersedia sebelum musim tanam dimulai. Bahkan, harga pupuk disebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibanding sebelumnya.

"Yang kami dengar hari ini bukan sekadar laporan, tetapi langsung dari para petani. Pupuk tersedia, jumlahnya cukup, dan harganya lebih murah," ujarnya. 

Baca Juga: Morowali, Palu, dan Donggala Jadi Tiga Besar Penyumbang Pajak Alat Berat

Ia menilai kondisi tersebut menjadi capaian penting di tengah situasi global yang masih diwarnai gangguan rantai pasok di berbagai negara. Meski demikian, Indonesia dinilai mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.

Selain pupuk, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap harga gabah. Zulkifli Hasan menegaskan harga pembelian gabah harus tetap berada di atas Rp6.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan yang layak. Bahkan di sejumlah daerah, harga gabah disebut telah menembus Rp7.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut, kata dia, berdampak pada meningkatnya nilai tukar petani yang kini berada di kisaran 127 dari sebelumnya sekitar 116. Peningkatan itu menjadi indikator membaiknya kesejahteraan petani, khususnya komoditas padi dan jagung.

Tak hanya mengejar swasembada beras, pemerintah juga mulai mengarahkan pengembangan sektor pangan berbasis protein. Salah satunya melalui pembangunan kawasan budidaya ikan sistem bioflok di sekitar 40 ribu desa yang akan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

"Pemerintah ingin desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kita akan memperkuat sektor protein agar Indonesia mampu menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pemerintah provinsi siap mendukung seluruh program strategis pemerintah pusat di bidang pangan. Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian akan terus didorong melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Sulawesi Tengah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Zulkifli Hasan #petani #Anwar Hafid #Ketahanan pangan #sigi