RADAR PALU – Pengukuhan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menjadi salah satu agenda utama dalam Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah di Grand Sya Hotel Palu, Minggu (28/6/2026). Momentum itu dimanfaatkan Anwar untuk memaparkan arah pembangunan daerah melalui visi Sulteng Nambaso beserta sejumlah program prioritas pemerintah.
Pengangkatan Anwar Hafid sebagai anggota kehormatan ditandai dengan penyematan seragam IKA PMII oleh Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi. Prosesi tersebut disaksikan para pengurus IKA PMII, pejabat daerah, akademisi, hingga ratusan alumni PMII dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Pengangkatan itu mengacu pada Surat Keputusan Pengurus Besar IKA PMII. Dalam keputusan tersebut, Anwar dinilai memiliki integritas, dedikasi, dan komitmen yang sejalan dengan nilai perjuangan organisasi sehingga layak menerima penghargaan sebagai anggota kehormatan.
Baca Juga: 130 Anak Ramaikan Lomba Mewarnai UWA and Friends di Hotel Santika Palu
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan keluarga besar PMII. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi amanah yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima sebagai anggota kehormatan IKA PMII. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB IKA PMII beserta seluruh keluarga besar PMII. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan saya siap mendukung misi organisasi di mana pun saya berada," ujarnya.
Di hadapan para alumni PMII, Anwar kemudian menjelaskan makna Sulteng Nambaso yang menjadi arah pembangunan provinsi. Ia menegaskan istilah tersebut tidak hanya menggambarkan luas wilayah Sulawesi Tengah, tetapi juga cita-cita menjadikan daerah unggul dalam kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi, prestasi, dan kesejahteraan masyarakat.
"Daerah kita memang luas, tetapi ukuran keberhasilan bukan hanya luas wilayah. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakatnya semakin cerdas, sehat, sejahtera, dan memiliki daya saing," katanya.
Untuk mewujudkan visi itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan sembilan program prioritas yang dikenal sebagai Program BERANI. Dari seluruh program tersebut, Anwar menyebut BERANI Cerdas dan BERANI Sehat menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Pada sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas akses layanan, termasuk sistem pendaftaran sekolah secara daring hingga ke seluruh kabupaten dan kota. Namun, ia mengakui masih ada tantangan di sejumlah wilayah terpencil yang belum memiliki akses internet memadai.
Sementara melalui BERANI Sehat, pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan meski menghadapi kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
"Kondisi keuangan daerah boleh saja terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Orang yang sakit harus tetap dilayani. Anak-anak harus tetap bisa sekolah. Itu komitmen pemerintah," tegasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, Anwar juga menyoroti pemerataan akses listrik di Sulawesi Tengah. Menurutnya, jumlah desa yang belum menikmati aliran listrik terus berkurang dan pemerintah menargetkan seluruh desa telah teraliri listrik sebelum 2029.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN agar seluruh desa dapat menikmati listrik. Ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi menyangkut kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Todd Dias: Perubahan Iklim Jadi Fokus Utama Kemitraan Australia dengan Indonesia
Anwar juga menyinggung pentingnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, akan memperjuangkan pembagian penerimaan negara yang lebih proporsional agar pembangunan daerah dapat dipercepat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Salah satunya dengan pelatihan keterampilan dan bahasa Mandarin untuk membuka peluang kerja di kawasan industri Sulawesi Tengah.
"Kami ingin lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi langsung memiliki peluang bekerja di kawasan industri yang berkembang di Sulawesi Tengah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, mengajak seluruh alumni PMII mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi alumni tidak cukup menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan, pengawasan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin demokrasi melahirkan manfaat bagi rakyat. Semua elemen harus bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mengawal pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.***
Editor : Muhammad Awaludin