RADARPALU - Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Sigi, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, yang menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi.
Dalam penanganan bencana gempa yang melanda wilayah tersebut, Samuel Yansen Pongi juga bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabupaten Sigi yang mengoordinasikan berbagai upaya tanggap darurat, pemulihan, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Ardiansyah.
Baca Juga: DPRD Morut Rampungkan Pembahasan Empat Raperda, Siap Perkuat Landasan Hukum Daerah
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah didampingi oleh para Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta jajaran staf Kantor Wilayah.
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dan berbagai kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang terus digaungkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, agar jajaran Imigrasi tidak hanya hadir sebagai penyelenggara layanan keimigrasian, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
Arief Hazairin Satoto menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas dan empati keluarga besar Imigrasi kepada masyarakat Kabupaten Sigi yang tengah menghadapi masa-masa sulit akibat bencana alam.
"Bencana adalah ujian yang membutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen bangsa. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah atas kepedulian yang ditunjukkan kepada masyarakat Kabupaten Sigi.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor BPBD Kabupaten Sigi, rombongan Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Palolo, salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat gempa bumi.
Di lokasi tersebut, tim meninjau langsung kondisi masyarakat serta menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Kehadiran jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh semangat optimisme dan kebersamaan dalam proses pemulihan Kabupaten Sigi pascagempa, sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Dengan semangat "Imigrasi untuk Rakyat", Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Baca Juga: Pemda Morowali Gelar Malam Ramah Tamah Bersama Danrem 132 Tadulako
Melalui kebersamaan dan gotong royong, Imigrasi berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk pada masa pemulihan pascabencana, demi terwujudnya masyarakat yang tangguh, sejahtera, dan berdaya bangkit.***
Editor : Mugni Supardi