Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Operasi SAR Korban Hanyut di Sungai Lariang Poso Ditutup

Wahono. • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:30 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kabupaten Poso, dalam upaya pencarian korban hanyut yang berlangsung selama tujuh hari.
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kabupaten Poso, dalam upaya pencarian korban hanyut yang berlangsung selama tujuh hari.

 

RADAR PALU– Upaya pencarian terhadap Gito Aprianto (31), warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, resmi dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu setelah tujuh hari pelaksanaan operasi SAR.

 

Korban dilaporkan hilang pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah desa setempat, Gito bersama adiknya dalam perjalanan pulang dari kawasan penambangan emas di Bulu Tuwo ketika musibah terjadi.

 

Saat menyeberangi Sungai Lariang, korban terseret arus deras. Sang adik sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya aliran sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

 

Baca Juga: Honorer Donggala Kembali Datangi Kantor Gubernur Sulteng, Desak Kepastian Status

 

Laporan kejadian kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada Minggu (14/6/2026) pukul 10.10 WITA. Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

 

Selama operasi berlangsung, petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet serta pencarian melalui jalur darat di sepanjang aliran Sungai Lariang. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.

 

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.

 

“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui pencarian di atas air maupun penyisiran darat. Namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

 

Baca Juga: Jaga Predikat WTP, Pemda di Sulteng Diminta Perkuat Tata Kelola Keuangan

 

Ia menjelaskan, keputusan penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pihak keluarga korban. Pemantauan selanjutnya akan dilakukan oleh keluarga serta masyarakat setempat.

 

“Penutupan operasi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap keluarga diberikan ketabahan,” tambah Rusmadi.

 

Operasi tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, BPBD Kabupaten Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, serta masyarakat setempat.

Editor : Wahono.
#poso #tim sar #sungai #korban #Basarnas