RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengaitkan fenomena gempa yang kembali dirasakan masyarakat dengan pentingnya memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan itu disampaikan Anwar saat menghadiri Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, Jumat Subuh Berkah, sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat Kota Palu.
Baca Juga: Subuh Berjamaah 1 Muharram 1448 H, Ribuan Jamaah Padati Kantor Gubernur Sulteng
Di hadapan jamaah, Anwar mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah pernah mengalami ujian besar pada 2018 dan kini kembali merasakan getaran gempa dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut harus dimaknai sebagai pengingat agar manusia tidak hanya mengandalkan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
"Kita di Sulawesi Tengah ini sedang diingatkan oleh Allah. Dulu tahun 2018 kita pernah merasakan ujian besar, dan sekarang kembali merasakan getaran gempa. Ini menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan manusia semata, tetapi juga harus terus mendekatkan diri kepada Allah," ujar Anwar.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa 7 Hari, Empat Daerah Masuk Wilayah Terdampak
Anwar menegaskan bahwa tujuan utama pemerintahan adalah menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui program fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan mental dan spiritual.
"Dalam ilmu pemerintahan, tugas utama pemerintah itu hanya dua, menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Jumat Subuh Berkah merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Berani Berkah, yang di dalamnya terdapat gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji.
Menurut Anwar, budaya memulai aktivitas dengan ibadah dan doa bersama perlu terus ditumbuhkan, terutama di kalangan ASN.
Ia meyakini keberkahan akan hadir apabila aparatur pemerintahan membangun kebiasaan spiritual secara konsisten.
"Kalau ribuan pegawai kita hadir setiap subuh untuk berdoa bersama, insyaallah keberkahan akan datang. Kalau daerah ini berkah, maka rakyat akan merasakan kesejahteraan dan pemerintah juga akan mampu bekerja dengan baik," katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan Sujud Tilawah, dzikir bersama, doa bersama, dan tausiyah agama yang diikuti jamaah dengan khusyuk.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, mengajak masyarakat memperbanyak dzikir sebagai jalan memperoleh ketenangan jiwa di tengah berbagai ujian kehidupan.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Batalkan Hadiri FGD DPD RI, Pilih Tinjau Korban Gempa M 6,7 di Sigi
Menurutnya, dzikir tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menyebut nama Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kesadaran untuk selalu mengingat-Nya dalam setiap tindakan dan keputusan.
"Dengan banyak mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang. Ketenangan itulah yang saat ini sangat dibutuhkan manusia, terlebih ketika kita sedang menghadapi ujian, termasuk musibah gempa yang menguji keimanan dan kesabaran kita bersama," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido, Kapolda Sulawesi Tengah Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah Arnila Moh. Ali, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, pimpinan perangkat daerah, serta ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin