Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Beasiswa Australia Sepi Peminat di Sulteng, Padahal Kuliah S2-S3 dan Biaya Hidup Ditanggung Penuh

Muhammad Awaludin • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:59 WIB
Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias saat berdiskusi dengan manajemen Radar Palu mengenai peluang beasiswa Australia Awards, kursus singkat, dan program hibah bagi masyarakat Sulawesi Tengah. FOTO Raffy Radar Palu
Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias saat berdiskusi dengan manajemen Radar Palu mengenai peluang beasiswa Australia Awards, kursus singkat, dan program hibah bagi masyarakat Sulawesi Tengah. FOTO Raffy Radar Palu

RADAR PALU – Kesempatan melanjutkan pendidikan ke Australia melalui program beasiswa yang dibiayai penuh ternyata masih belum banyak dimanfaatkan masyarakat Sulawesi Tengah. Padahal, Pemerintah Australia membuka berbagai jalur pendidikan mulai dari program magister (S2), doktor (S3), hingga kursus singkat yang relevan dengan berbagai profesi, termasuk jurnalis.

Fakta tersebut diungkapkan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, saat berkunjung ke Kantor Radar Palu. Dalam diskusi bersama Direktur Radar Palu, Murtalib dan jajaran manajemen redaksi, Todd menilai masih banyak masyarakat di Indonesia Timur yang belum mengetahui besarnya peluang pendidikan yang tersedia.

"Masalah utamanya banyak orang belum tahu tentang peluang ini. Selain itu, masih ada yang kurang percaya diri karena merasa peserta dari Pulau Jawa lebih unggul. Padahal peluangnya terbuka untuk semua," ujar Todd.

Menurutnya, Sulawesi Tengah sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Bahkan pada tahun ini, provinsi tersebut menjadi penyumbang penerima beasiswa Australia Awards terbanyak dari kawasan Indonesia Timur.

Meski demikian, jumlah pendaftar dari Sulawesi Tengah masih dinilai belum sebanding dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah ini.

Baca Juga: Honda Sulteng Ajak Pelajar Berkompetisi di AHM Best Student 2026, Hadiah Ratusan Juta Rupiah dan Beasiswa Pendidikan Disiapkan

"Kalau dibandingkan dengan Jawa, jumlah pendaftarnya masih relatif kecil. Saya ingin lebih banyak masyarakat Sulawesi Tengah memanfaatkan kesempatan ini," katanya.

Todd menjelaskan, program Australia Awards Scholarship memberikan fasilitas penuh kepada penerima beasiswa. Mulai dari biaya kuliah, tiket perjalanan internasional, visa, pelatihan bahasa Inggris sebelum keberangkatan, hingga biaya hidup selama menempuh pendidikan di Australia.

Program tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3 di berbagai universitas di Australia.

Proses pendaftaran biasanya dibuka setiap Februari hingga April. Setelah itu peserta mengikuti tahapan seleksi administrasi, wawancara, dan pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke Australia.

Selain program gelar, Pemerintah Australia juga menyediakan berbagai short courses atau kursus singkat yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas profesional di berbagai bidang.

Bagi kalangan media, sejumlah kursus membahas isu yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti penanganan misinformasi, disinformasi, penyebaran hoaks, hingga penguatan literasi digital.

Menurut Todd, tema-tema tersebut semakin penting di tengah masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ia mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat apabila bersumber dari data yang salah.

"Penting sekali untuk selalu memeriksa sumber informasi resmi. AI sangat membantu, tetapi jika informasi yang digunakan salah, maka hasilnya juga bisa salah," jelasnya. 

Baca Juga: Komitmen Majukan Pendidikan, PT Mamuang Berikan Beasiswa kepada 60 Penerima

Todd mengaku pernah menemukan video berbasis AI yang menggunakan wajah dan suaranya, namun berisi informasi yang tidak sesuai dengan fakta mengenai program Pemerintah Australia.

Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan mengapa literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda maupun kalangan profesional.

Tidak hanya bidang pendidikan, Pemerintah Australia juga memiliki berbagai program hibah yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, maupun kelompok-kelompok yang menjalankan program pembangunan sosial.

Setiap tahun, Konsulat Australia menyediakan pendanaan bagi sejumlah proyek di wilayah kerja yang mencakup 12 provinsi di Indonesia Timur.

Program hibah tersebut sebelumnya pernah mendukung berbagai kegiatan di Sulawesi Tengah, termasuk di Kabupaten Donggala dan Kepulauan Togean. 

Baca Juga: Beasiswa Pemda Morowali 2026 Masih Dibuka, Ribuan Mahasiswa Sudah Terverifikasi untuk Kuliah

Melalui program itu, Australia memberikan dukungan kepada inisiatif masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, pendidikan, peningkatan kapasitas, hingga penguatan pembangunan lokal.

Todd berharap semakin banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang aktif mencari informasi dan memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan Pemerintah Australia. 

"Melalui medsos kami @konjenmakassar selalu menginformasikan berbagai program. Nanti silahkan di pantau untuk mendapatkan informasi," terangnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas, jejaring internasional, hingga dukungan pendanaan bagi program-program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.

"Saya ingin melihat lebih banyak lagi masyarakat Sulawesi Tengah yang belajar di Australia, mengikuti kursus singkat, atau terlibat dalam berbagai program yang kami tawarkan. Peluangnya terbuka dan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan," pungkasnya.

Editor : Muhammad Awaludin
#Todd Dias #Beasiswa Australia Awards #Konsulat Australia Makassar #Beasiswa S2 S3 #Program Hibah Australia