Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Perlindungan Kesehatan Warga Sulteng Menguat, Peserta JKN Aktif Tembus 1,9 Juta Jiwa

Wahono. • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:31 WIB
Nurhasannah Kalau, PPS Kepala BPJS Kesehatan KC Palu, memaparkan capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Tengah. Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta aktif JKN mencapai 1.916.454 jiwa atau 89,35 persen dari total penduduk.
Nurhasannah Kalauw, PPS Kepala BPJS Kesehatan KC Palu, memaparkan capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Tengah. Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta aktif JKN mencapai 1.916.454 jiwa atau 89,35 persen dari total penduduk.

 

RADAR PALU – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperluas jangkauan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta aktif JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palu tercatat mencapai 1.916.454 jiwa atau setara 89,35 persen dari total penduduk sebanyak 2.144.947 jiwa.

 

Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dijamin negara. 

 

Data BPJS Kesehatan KC Palu menunjukkan Kabupaten Buol menjadi daerah dengan tingkat kepesertaan aktif tertinggi, yakni 91,38 persen.

 

Baca Juga: BPS Sigi Kerahkan 300 Petugas, Pendataan Sensus Ekonomi Berlangsung Hingga Agustus 2026

 

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Donggala sebesar 90,60 persen, Parigi Moutong 90,40 persen, Tolitoli 90,01 persen, Poso 88,49 persen, Kota Palu 88,21 persen, dan Kabupaten Sigi 86,77 persen.

 

Dari sisi jumlah peserta aktif, Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah dengan peserta terbanyak mencapai 424.987 jiwa. Selanjutnya Kota Palu dengan 356.685 jiwa dan Kabupaten Donggala sebanyak 293.236 jiwa.

 

Komposisi peserta aktif JKN di Sulawesi Tengah masih didominasi segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah pusat melalui APBN. Jumlahnya mencapai 992.603 jiwa atau sekitar 45,64 persen dari total peserta aktif. 

 

Selain itu terdapat peserta yang iurannya ditanggung pemerintah kabupaten/kota sebanyak 268.581 jiwa dan pemerintah provinsi sebanyak 147.764 jiwa.

 

Sementara itu, segmen pekerja penerima upah tercatat sebanyak 399.045 jiwa. Adapun pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri berjumlah 66.233 jiwa, sedangkan kelompok bukan pekerja mencapai 42.228 jiwa.

 

Baca Juga: Wifiku Indonesia Siap Dukung Smart City Palu, Perkuat Jaringan Telekomunikasi hingga Kelurahan

 

Di sisi lain, BPJS Kesehatan masih mencatat adanya peserta yang menunggak iuran sebanyak 91.863 jiwa atau sekitar 4,22 persen. Selain itu terdapat 166.714 jiwa yang berstatus mutasi maupun tidak aktif.

 

PPS Kepala BPJS Kesehatan KC Palu, Nurhasannah Kalauw, mengatakan peningkatan cakupan peserta mencerminkan semakin luasnya perlindungan kesehatan yang diterima masyarakat. 

 

Menurutnya, JKN tidak hanya menjamin biaya pengobatan yang lebih terjangkau, tetapi juga memberikan akses layanan kesehatan secara menyeluruh mulai dari upaya pencegahan, pengobatan hingga pemulihan.

 

“Program JKN memberikan kepastian akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Selain itu, masyarakat kurang mampu juga mendapatkan perlindungan karena iurannya ditanggung pemerintah,” ujarnya saat memaparkan capaian program JKN di Palu, Kamis (18/6) disalah satu rumah makan di kota Palu.

 

BPJS Kesehatan juga terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kepatuhan peserta dalam membayar iuran.

 

Salah satunya melalui Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) versi terbaru yang memungkinkan peserta mencicil tunggakan secara lebih fleksibel, baik harian, mingguan maupun bulanan dengan tenor hingga 12 bulan.

 

Baca Juga: BPKP Dorong Pemkot Palu Perkuat Pembinaan UMKM, Fokus pada Akses Modal dan Integrasi Data

 

Melalui berbagai upaya tersebut, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak masyarakat yang terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN sehingga manfaat perlindungan kesehatan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok daerah.

 

Keberhasilan perluasan cakupan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah. (who)

Editor : Wahono.
#bpjs kesehatan #jkn - kis #Buol #palu #iuran BPJS Kesehatan