RADAR PALU – Di tengah upaya warga Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, bangkit dari dampak gempa bumi, persoalan baru muncul. Sejumlah sumber air bersih yang selama ini menjadi andalan masyarakat dilaporkan tertutup material longsor sehingga pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari terganggu.
Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan warga saat Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meninjau langsung desa-desa terdampak gempa beberapa waktu lalu.
Selain masih dihantui trauma akibat gempa susulan, masyarakat kini harus menghadapi keterbatasan akses air bersih untuk memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan konsumsi harian.
Baca Juga: Gempa Sigi: 550 KK Terdampak, Air Bersih dan Tenda Jadi Kebutuhan Mendesak Warga Nokilalaki
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah langsung mengambil langkah darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti arahan gubernur dengan berkoordinasi bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah Kementerian Pekerjaan Umum.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur Anwar Hafid, kami bergerak cepat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia selama masa tanggap darurat," ujar Andi Ruly.
Hasil koordinasi tersebut menghasilkan dukungan penanganan darurat berupa satu unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum yang akan ditempatkan di Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B.
Dua desa tersebut menjadi wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat gempa, termasuk gangguan terhadap sumber air masyarakat.
Baca Juga: SATRIA Sulteng Dirikan Posko Bencana di Nokilalaki, Salurkan Ratusan Dus Bantuan untuk Korban Gempa
Menurut Andi Ruly, bantuan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi warga hingga kondisi sumber air yang terdampak longsor kembali normal.
Keberadaan hidran umum juga akan memudahkan distribusi air kepada masyarakat yang saat ini masih bertahan di sekitar rumah maupun tenda darurat.
"Atas instruksi Bapak Gubernur, Dinas Cikasda langsung berkoordinasi dengan Balai Cipta Karya Kementerian PU sehingga bantuan satu unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum dapat segera ditempatkan di Desa Kamarora A dan Kamarora B," katanya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan distribusi air bersih akan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
Baca Juga: BPBD Sulteng Kerahkan Tim Darurat dan Alat Berat ke Wilayah Gempa
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat pascagempa yang tidak hanya berfokus pada penyediaan tenda dan logistik, tetapi juga memastikan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih tetap tersedia bagi masyarakat terdampak.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga kondisi kesehatan masyarakat hingga situasi kembali normal.***
Editor : Muhammad Awaludin