Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Polres Sigi Gerak Cepat Tangani Korban Gempa

Angel Sumbara • Rabu, 17 Juni 2026 | 12:14 WIB


AMANKAN: Warga yang hendak mengungsi ke tempat aman, dikawal ketat aparat keamanan.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)

 
AMANKAN: Warga yang hendak mengungsi ke tempat aman, dikawal ketat aparat keamanan.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)  

RADAR PALU – Jajaran Polres Sigi bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan wilayah sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA.

Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, BPBD, TNI, serta instansi terkait lainnya, Polres Sigi langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan, membantu masyarakat terdampak, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, melalui Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat mengatakan, langkah cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus memperoleh data akurat mengenai dampak bencana yang terjadi.

Baca Juga: Plafon Lobi Kantor Bupati Sigi Ambruk Diguncang Gempa M 6,7, Dinding Bangunan Ikut Retak

"Data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan terus berkembang seiring proses pendataan di lapangan. Polres Sigi tetap berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Sigi dan instansi terkait lainnya untuk memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai dampak gempa," ujar Iptu Nuim.

Berdasarkan hasil pendataan sementara hingga pukul 15.30 WITA, Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan.

Kedua kecamatan tersebut berada relatif dekat dengan pusat gempa yang berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga: Longsor dan Rumah Rusak Berat di Sigi Beredar Pascagempa M 6,7, Akses ke Napu Dikabarkan Putus

Di Kecamatan Palolo, sedikitnya 15 rumah warga mengalami rusak berat dan 12 rumah lainnya rusak ringan.

Selain itu, satu rumah ibadah juga mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan gempa.

Sejumlah ruas jalan lingkungan mengalami retakan, sementara akses menuju beberapa wilayah sempat terganggu akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Pastikan Renja Perangkat Daerah Sigi Selaras dengan Visi Pembangunan

Sementara di Kecamatan Nokilalaki, kerusakan tercatat pada lima rumah warga, tiga rumah ibadah, dan satu fasilitas pendidikan.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah jembatan serta putusnya akses jalan penghubung antarwilayah yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Selain menimbulkan kerusakan bangunan dan infrastruktur, gempa juga mengakibatkan seorang warga mengalami luka akibat tertimpa material bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan medis dari petugas kesehatan.

Baca Juga: Bupati Sigi Sambut Groundbreaking Jalan Palu–Kulawi, Sebut Mimpi Lama Masyarakat Akhirnya Terwujud

Dampak gempa turut dirasakan di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sigi, di antaranya Kecamatan Sigi Kota, Sigi Biromaru, Gumbasa, Dolo, dan Dolo Barat.

Kerusakan yang terjadi meliputi rumah warga, bangunan pemerintah, fasilitas umum, hingga infrastruktur pendukung lainnya dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Secara keseluruhan, data sementara mencatat sebanyak 20 rumah mengalami rusak berat dan 16 rumah rusak ringan. Selain itu, dua fasilitas pendidikan dan empat rumah ibadah juga dilaporkan terdampak gempa.

Untuk memperkuat penanganan pascabencana, sebanyak 48 personel Brimob Polda Sulawesi Tengah disiagakan guna membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, serta pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Polres Sigi juga terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik terdampak guna mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus memastikan proses distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lancar.

Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun sejumlah warga masih memilih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan maupun potensi runtuhan bangunan yang telah mengalami kerusakan.

Iptu Nuim mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, maupun instansi terkait lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan," katanya.

Hingga Selasa sore, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sigi terpantau aman dan kondusif.

Aparat gabungan bersama pemerintah daerah masih terus bersiaga untuk memberikan pelayanan, bantuan, serta perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Penanganan darurat #Korban gempa bumi #polres sigi #Bergerak cepat