RADAR PALU - Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, melakukan penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Saluopa dalam program rehabilitasi kawasan wisata air terjun Saluopa di desa Wera Kecamatan Pamona Barat.
Bupati mengatakan rehabilitasi DAS Saluopa merupakan bentuk perhatian serius sekaligus komitmen pemerintahannya dalam menjaga kelestarian objek wisata andalan tersebut yang sekarang terancam karena dugaan adanya alih fungsi hutan di wilayah air terjun Saluopa.
"Rehabilitasi DAS Saluopa bukan sekadar kegiatan seremonial penanaman pohon, tetapi menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam," jelasnya.
Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Akademisi Untad Pernah Ingatkan Ancaman Sesar Sausu dan Poso
Air Terjun Saluopa merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Poso yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial.
Selain menjadi daya tarik wisata, kawasan tersebut juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Namun sekarang, debit air terjun ini disebut warga mulai berkurang derasnya karena adanya alih fungsi hutan menjadi perkebunan di sekitar wilayah Saluopa. Kondisi air terjun yang terancam ini diakui Bupati Verna.
Baca Juga: DPC PPP Poso Solid dan Siap Hadapi Verifikasi Parpol, Dukung Program Pemerintah, dan Jaga Kamtibmas
"Bahwa kawasan DAS Saluopa menghadapi berbagai tantangan, antara lain berkurangnya tutupan vegetasi serta aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian hutan.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas lingkungan, ketersediaan sumber air, dan meningkatnya risiko bencana ekologis," bilangnya.
"Karena itu rehabilitasi DAS Saluopa menjadi langkah penting untuk memulihkan fungsi kawasan melalui penanaman pohon dan penghijauan.
Baca Juga: Warga Poso Demo Kelangkaan Solar dan Gas Melon
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, serta generasi muda," lanjutnya.
Verna mengingatkan bahwa hutan bukan hanya warisan dari generasi sebelumnya, tetapi juga titipan yang harus jaga untuk generasi yang akan datang.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin