Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, Rumah Warga di Torue Rusak, Nihil Korban

Talib • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:28 WIB
Petugas kepolisian bersama pemerintah desa melakukan pendataan kerusakan rumah warga pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026). FOTO: ISTIMEWA 
Petugas kepolisian bersama pemerintah desa melakukan pendataan kerusakan rumah warga pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026). FOTO: ISTIMEWA 

RADAR PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), menyebabkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Torue mengalami kerusakan. Meski demikian, aparat kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 11.27 WITA itu sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Setelah guncangan mereda, aparat kepolisian bersama pemerintah desa langsung bergerak melakukan pendataan di wilayah terdampak.

Kapolsek Torue IPTU Ramlin mengatakan personelnya turun ke lapangan sesaat setelah menerima informasi terjadinya gempa. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mendata kerusakan bangunan yang ditimbulkan. 

Baca Juga: Honda Sulteng Ajak Pelajar Berkompetisi di AHM Best Student 2026, Hadiah Ratusan Juta Rupiah dan Beasiswa Pendidikan Disiapkan

"Begitu terjadi gempa, personel Polsek Torue bersama unsur terkait segera melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi-lokasi terdampak. Alhamdulillah, berdasarkan hasil monitoring hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka," kata IPTU Ramlin.

Hasil monitoring menunjukkan kerusakan bangunan terjadi di Desa Torue dan Desa Tolai. Sementara desa lainnya di Kecamatan Torue seperti Tanalanto, Astina, Purwosari, Tolai Barat, dan Tolai Timur dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan.

Di Desa Torue, kerusakan meliputi pagar batako sepanjang sekitar 25 meter yang ambruk, dinding rumah retak, tembok samping rumah roboh, hingga kerusakan pada dinding dan jendela rumah berbahan kayu. Selain itu, beberapa bagian dapur dan tembok belakang rumah warga juga dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan. 

Baca Juga: Jembatan III Palu Ditutup Pascagempa M 6,7, Hadianto Rasyid: Tunggu Hasil Pemeriksaan Tim Ahli

Sedangkan di Desa Tolai, satu rumah warga mengalami kerusakan pada dinding tembok dapur yang roboh dengan panjang sekitar delapan meter.

Dari hasil pendataan sementara, total kerugian material akibat kerusakan sejumlah bangunan tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Ramlin menjelaskan, mayoritas kerusakan yang ditemukan tergolong ringan hingga sedang. Meski demikian, pihaknya tetap meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta mengutamakan keselamatan. Jika menemukan kerusakan bangunan yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat," ujarnya.

Ia menambahkan, Polsek Torue bersama pemerintah kecamatan dan desa akan terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi dampak lanjutan pascagempa.

Hingga Selasa sore, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Torue dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aparat bersama pemerintah setempat masih melakukan monitoring untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#gempa Parigi Moutong #Gempa Torue #Polsek Torue #Kerusakan Rumah Gempa #gempa sulawesi tengah