Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wagub Sulteng Tinjau Korban Gempa Sigi, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan

Muhammad Awaludin • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:25 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido meninjau kondisi warga terdampak gempa di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, sekaligus memastikan penanganan darurat dan bantuan bagi masyarakat berjalan optimal. FOTO: ISTIMEWA 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido meninjau kondisi warga terdampak gempa di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, sekaligus memastikan penanganan darurat dan bantuan bagi masyarakat berjalan optimal. FOTO: ISTIMEWA 

 

RADAR PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, turun langsung meninjau penanganan korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Selasa (16/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan serta penanganan darurat bagi warga terdampak berjalan dengan baik.

Reny mengawali peninjauannya di RSUD Undata Palu untuk memantau kondisi korban yang mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke RSUD Kabelota Sigi guna melihat secara langsung pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami luka akibat gempa.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah hingga Selasa sore, sedikitnya enam warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Dua korban dirujuk ke RSUD Torabelo untuk mendapatkan penanganan lanjutan, sementara empat korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Palolo. 

Baca Juga: 1 Muharram 1448 H Membaca Hijrah dengan Kacamata Teologi Islam Kontemporer

Selain memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, Wakil Gubernur juga meninjau langsung wilayah yang mengalami dampak kerusakan cukup parah. Bersama Bupati Sigi, Muhamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Reny mengunjungi Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, yang menjadi salah satu titik terdampak terberat akibat gempa.

Di lokasi tersebut, Reny menyaksikan kondisi sejumlah rumah warga yang ambruk akibat kuatnya guncangan. Ia juga berdialog dengan warga terdampak untuk mendengarkan langsung kebutuhan mendesak yang diperlukan selama masa tanggap darurat.

"Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan yang cepat, baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan dasar lainnya," ujar Reny saat meninjau lokasi terdampak. 

Baca Juga: Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, BPBD Catat Belasan Gempa Susulan dan Kerusakan Rumah Warga

Desa Kamarora B menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan signifikan. Sejumlah rumah dilaporkan roboh dan rusak berat sehingga sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu kondisi kembali normal.

Sementara itu, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta pemerintah daerah terus melakukan asesmen di lapangan. Pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan kebutuhan warga terdampak masih berlangsung untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 6,7 tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun aktivitas kegempaan masih terjadi di sekitar pusat gempa.

Hingga pukul 13.30 Wita, BMKG mencatat sebanyak 48 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih tetap berada di area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan yang lebih kuat.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama masa tanggap darurat. Upaya pendataan dan penanganan warga terdampak terus dipercepat agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

Hingga Selasa malam, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun pemerintah bersama tim gabungan masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah-wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Nokilalaki yang mengalami kerusakan cukup signifikan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Nokilalaki #BPBD Sigi #gempa sulawesi tengah #Reny Lamadjido #gempa sigi