Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gubernur Sulteng Kerahkan Tim Darurat Pascagempa M 6,7, Rumah Sakit Siapkan Tenda

Muhammad Awaludin • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:03 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan langkah tanggap darurat pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). FOTO: DOK ADPIM SULTENG
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan langkah tanggap darurat pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). FOTO: DOK ADPIM SULTENG

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, langsung menginstruksikan langkah tanggap darurat menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) siang.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana lainnya untuk bergerak cepat memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.27 Wita. Episentrum berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. 

Baca Juga: Video Air Laut Surut di Pantai Dupa Beredar Pascagempa M 6,7, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Parigi Moutong. Banyak warga berhamburan keluar rumah, perkantoran, sekolah, dan pusat pelayanan publik untuk menyelamatkan diri.

Meski BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, kepanikan sempat terjadi di beberapa wilayah karena kuatnya getaran yang dirasakan masyarakat.

Merespons situasi tersebut, Anwar Hafid menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. 

Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Kuat M 6,7 Terjadi di Palu, Warga Berhamburan Keluar Rumah

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi," tegas Anwar Hafid.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengerahkan tenaga medis ke sejumlah lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.

Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya korban maupun kebutuhan layanan kesehatan pascagempa.

Tidak hanya itu, gubernur menginstruksikan rumah sakit menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka atau halaman rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan sekaligus menjaga keselamatan pasien, tenaga medis, dan keluarga pasien.

"Penting untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Karena itu, rumah sakit harus menyiapkan skenario pelayanan darurat di ruang terbuka apabila dibutuhkan," ujar Anwar.

Selain sektor kesehatan, BPBD Sulawesi Tengah bersama OPD terkait juga diminta segera menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak apabila diperlukan masyarakat yang memilih mengungsi sementara. 

Baca Juga: 44 Perwira Baru Polda Sulteng Didorong Tampil sebagai Pemimpin Teladan

Pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga, mulai dari tempat berlindung, makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan akan menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.

Anwar Hafid juga memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun bangunan yang berpotensi terdampak akibat gempa.

Tim teknis dari instansi terkait akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan struktur bangunan sebelum kembali digunakan masyarakat.

"Saya minta seluruh bangunan yang terdampak segera diperiksa. Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama sebelum bangunan digunakan kembali," katanya.

Hingga Selasa siang, BPBD Sulawesi Tengah masih melakukan pendataan dan asesmen lapangan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan BMKG, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat.

Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari BMKG dan pemerintah. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas setempat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Anwar Hafid #BMKG #palu #Gempa Sulteng #BPBD Sulteng