RADAR PALU – Ketua DPRD Sulteng yang diwakili Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang perlombaan untuk mencari qari dan qariah terbaik.
Menurutnya, MTQ harus menjadi gerakan besar dalam membangun peradaban Qurani yang mampu menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi landasan moral dalam pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikannya saat dimintai komentarnya di sela-sela menghadiri penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Taman Likuefaksi, Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: DPRD Sulteng Mulai Susun Propemperda 2027, Bantuan Hukum hingga Kesehatan Masuk Prioritas
”Saya kira Alquran bukan hanya menjadi pedoman bagi kita sebagai umat muslim, tetapi juga harus menjadi landasan moral dalam membangun karakter, memperkuat integritas, dan membentuk peradaban masyarakat yang lebih baik. Karena itu, nilai-nilai Alquran harus menjadi nafas dalam setiap proses pembangunan daerah,” tegas Wiwik.
Kehadiran politisi PKS dalam seremoni penutupan yang kembali menobatkan kafilah Kota Palu sebagai juara umum, menyusul Morowali dan tuan rumah Kabupaten Sigi di peringkat ketiga.
Perhelatan MTQ mencerminkan komitmen DPRD Sulteng dalam mendukung pembinaan generasi Qurani, yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan daya saing di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: DPRD Sulteng Apresiasi Penyegaran Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional
Hj Wiwik juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, panitia pelaksana, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag), serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXI.
Wiwik juga berpesan, MTQ tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai sarana strategis untuk memperkuat syiar Islam dan membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan masyarakat.
“MTQ bukan sekadar perlombaan mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, MTQ adalah gerakan membangun peradaban Qurani yang mampu melahirkan generasi berkarakter, berintegritas, serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Oleh karena itu, tambah Wiwik, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya ditopang oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata.
Pembangunan juga harus bertumpu pada fondasi akhlak, moralitas, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang harmonis, maju, dan berahlak.
Dirinya juga berharap, kepada para peserta terbaik yang akan mewakili Sulteng pada MTQ tingkat nasional mampu menunjukkan kualitas pembinaan Alquran di daerah sekaligus mengharumkan nama daerah ini di tingkat nasional.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin