Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Soroti Identitas Baru, Dekranasda Parigi Moutong Unjuk Gigi dengan Motif Bomba Saga di MTQ Sulteng

Rahmad Fadhil • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:12 WIB
BUDAYA: Ketua Dekranasda Kabupaten Parimo Hj. Hestiwati Nanga bersama pengurus  memperkenalkan kain tenun bermotif Bomba Saga di pameran MTQ Sulteng, Sabtu (6/6/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).
BUDAYA: Ketua Dekranasda Kabupaten Parimo Hj. Hestiwati Nanga bersama pengurus  memperkenalkan kain tenun bermotif Bomba Saga di pameran MTQ Sulteng, Sabtu (6/6/2026).(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU).

RADAR PALU – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan ajang Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan identitas budaya baru daerah, yakni motif tenun Bomba Saga.

Pameran yang berlangsung di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/6/2026), menjadi momentum penting bagi Parigi Moutong untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus produk unggulan daerah.

Kegiatan yang digelar Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah tersebut diikuti oleh 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Stan Dekranasda Parigi Moutong tampil mencuri perhatian pengunjung dengan menampilkan kain tenun bermotif Bomba Saga yang kini telah ditetapkan sebagai ikon budaya baru daerah.

Baca Juga: Pemkab Matangkan Kunjungan Tim Kementerian Transmigrasi, Parimo Bersiap Masuk PSN 

Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, mengatakan motif Bomba Saga merupakan hasil proses panjang yang melibatkan sayembara terbuka, kajian akademik, hingga penetapan resmi pada tahun 2025.

Nama Saga sendiri merupakan akronim dari Sambulu Gana yang mengandung filosofi dan nilai kearifan lokal masyarakat Parigi Moutong.

Menurutnya, kehadiran motif tersebut bukan sekadar produk kerajinan, melainkan simbol identitas yang mencerminkan karakter dan kekayaan budaya daerah.

Baca Juga: Durian Montong Parimo Bidik Ekspor Berkelanjutan

“Dekranasda Parigi Moutong hadir tidak hanya untuk memamerkan produk, tetapi juga membawa misi budaya. Kain tenun bermotif Bomba Saga ini adalah identitas baru kami yang sarat makna dan sejarah lokal,” ujar Hestiwati.

Selain menampilkan kain tenun unggulan, stan Parigi Moutong juga menawarkan berbagai produk UMKM yang menarik perhatian pengunjung. Produk yang dipromosikan meliputi madu murni, Virgin Coconut Oil (VCO), briket ramah lingkungan, durian khas Parigi Moutong, hingga aneka kerajinan tangan hasil karya pelaku usaha lokal.

Tingginya antusiasme pengunjung yang memadati stan Parigi Moutong menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap produk-produk unggulan daerah yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan kearifan lokal.

Baca Juga: UMKM Desa Jadi Fokus, Pemkab Parimo Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Gerbang Desa

Hestiwati menegaskan, partisipasi dalam pameran MTQ tingkat provinsi menjadi kesempatan strategis untuk memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Parigi Moutong kepada masyarakat Sulawesi Tengah.

“Ajang seperti ini merupakan panggung yang sangat baik bagi pelaku UMKM. Kami ingin produk-produk unggulan Parigi Moutong tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Di sisi lain, Dekranasda Parigi Moutong juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat industri tenun daerah. Saat ini produksi kain bermotif Bomba Saga masih melibatkan penenun dari luar daerah.

Baca Juga: Bupati Parimo Buka Lomba Menu Bergizi B2SA, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Namun, berbagai program pelatihan dan pembinaan bagi penenun lokal telah disiapkan agar ke depan proses produksi dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Parigi Moutong. Dengan keterlibatan penenun lokal, motif Bomba Saga diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga sumber penguatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, motif Bomba Saga nantinya diproduksi sepenuhnya oleh penenun lokal. Dengan begitu manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus menjadi upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya daerah untuk generasi mendatang,” pungkas Hestiwati.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Stand Parigi Moutong #Partisipasi aktif #pameran umkm #Dekranasda