RADAR PALU – Semangat dan inspirasi berusaha kini terus dikembangkan oleh warga Palu, yang ingin berbuat sesuatu dan memanfaatkan peluang usaha berwujud nyata.
Salah satunya usaha batako, berlebel Afan Batako, tepatnya di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, milik sang owner Wahid Tarim.
Pengusaha muda, yang pernah malang melintang dari usaha kecil, hingga kini menekuni usaha batako.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Percepat Penataan Perda Demi Kepastian Hukum
“Saya memulai dari tukang ojek. Saya dulu tukang ojek. Kemudian saya menekuni dan mengembangkan usaha saya ini di bidang batako, “ kata Wahid.
Menurutnya meskipun usahanya hari ini kecil-kecilan, yang penting sudah punya usaha. Wahid selalu memegang filosofi usahanya, biar usaha kecil yang penting punya usaha.
“Prinsip ini saya pegang terus. Ini prinsip dari orang tua saya, pak Muhidin Said yang memberikan prinsip ini kepada saya. Hingga saya praktikan ketika saya sudah punya usaha sendiri dan mandiri, “ ungkap Wahid.
Baca Juga: Peta Politik Pilkada Palu 2029 Mulai Menghangat, Imelda Disiapkan, Hidayat Lamakarate Siap Bertarung
Saat ini, Afan Batako diperkuat tujuh orang karyawan, yang bekerja setiap hari, dan memenuhi orderan (pesanan) batako ke seluruh kota terdekat. Misalnya ke Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.
“Banyak yang memesan batako kami. Baru-baru ini seorang warga di Jln. Merpati, Kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, memesan batako kami,”ujar Wahid.
Begitu juga beberapa developer, dan usaha perumahan selalu memesan batako. Berkat jaringan pertemanan, baik itu di tingkatan developer, kontraktor dan kawan-kawan anggota REI Sulteng. Sehari bisa mendistribusikan 1.500 batako jadi.
“Batako produksi kami ini sudah dikenal oleh kawan-kawan kontraktor, khususnya di Kota Palu ini, “ paparnya.
Diperusahaan yang dipimpinnya juga menggunakan prinsip memanusiakan dan memberi kenyamanan kepada para karyawan di Afan Batako.
“Saya sudah membangun Mess karyawan, agar karyawan saya tidak hanya sekadar bekerja saja, tetapi mereka bisa bekerja dengan nyaman, “ sebut Wahid.
Baca Juga: Wawali Palu Apresiasi Pembinaan di LPKA Palu, Imelda : Anak-anak Ini Hanya Tersesat, Mari Kita Kawal
Bukan hanya itu saja, selain nyaman bekerja, karyawannya juga bisa membeli kendaraan roda dua (sepeda motor), bahkan ada yang sekarang membeli dan memiliki dua unit motor. Ini menandakan usaha Wahid sudah berkembang, dan telah mensejahterakan pekerjanya.
Sebagai seorang aktifis dan juga pengusaha muda, Wahid Tarim terus memberikan yang terbaik, memberi inspirasi kepada setiap orang. Namun enggan membebani orang lain.
Perusahaannya terus maju dan berkembang, sehingga dirinya beberapa kali ditawarkan oleh beberapa bank di Kota Palu untuk berkontribusi menghidupkan usaha perbankan dengan melakukan peminjaman (kredit), namun tidak diambilnya.
Baca Juga: Wakil Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin Apresiasi Aksi Sejuta Doa RSU Anutapura Palu
“Saya beberapa kali ditawarkan kredit (pinjaman) oleh beberapa bank, tetapi bagi saya belum saatnya saya ambil, “ ungkapnya lagi.
Afan Batako terus mengembangkan usahanya, didukung dengan dua unit armada (mobil bak terbuka) siap mengantar batako untuk para pelanggan.
Sekali lagi Wahid bilang, dalam berusaha itu yang dipegang teguh adalah kepercayaan, dan terus menjaga kualitas produk.
“Dalam berusaha, kami selalu memegang teguh kepercayaan dan terus menjaga kualitas produk kita, “ pungkasnya.(***)