RADAR PALU – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi ajang syiar Islam. Momentum yang dipusatkan di Kabupaten Sigi itu juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah melalui pameran UMKM yang digelar di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Likuidasi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.
Pameran yang dibuka Sabtu (6/6) tersebut menghadirkan berbagai produk hasil karya pelaku UMKM dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi melalui Dekranasda turut ambil bagian dengan menampilkan sejumlah produk khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, mengatakan pameran tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah selama pelaksanaan MTQ.
Baca Juga: Sambut Kafilah MTQ Sulteng, Bupati Sigi: Jadikan Alquran Pedoman dalam Kehidupan
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan pengunjung MTQ membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Pameran ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Sigi kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui kegiatan ini, UMKM kita memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan kualitas produknya kepada lebih banyak pengunjung,” ujar Siti Halwiah saat meninjau stan pameran.
Berbagai produk khas Sigi yang dipamerkan di antaranya Batik Palili, kain tenun tradisional, kerajinan anyaman rotan, hingga aneka produk kreatif berbahan dasar kelapa.
Baca Juga: Sigi Jadi Titik Awal Proyek Jalan Rp604,8 Miliar di Sulteng
Tidak hanya memanfaatkan batok kelapa, para pelaku UMKM juga mengolah bagian batang kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.
Siti menilai produk-produk tersebut menunjukkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Sigi yang terus berkembang. Selain memiliki nilai seni, produk lokal juga dinilai memiliki identitas budaya yang kuat sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri di pasar.
“Potensi UMKM Sigi sangat besar. Kita memiliki banyak produk yang unik dan memiliki identitas lokal yang kuat. Ini perlu terus diperkenalkan agar semakin dikenal oleh masyarakat maupun pasar yang lebih luas,” katanya.
Baca Juga: Sigi Jadi Titik Awal Proyek Jalan Rp604,8 Miliar di Sulteng
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Inovasi desain, kualitas bahan baku, hingga kemasan produk menjadi faktor yang harus terus diperhatikan para pelaku usaha.
“Produk lokal kita memiliki potensi yang besar, namun kualitas harus terus ditingkatkan. Semakin baik mutu dan inovasi yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula nilai jual produk tersebut,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Dekranasda bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi terus menyiapkan berbagai program pembinaan dan pendampingan. Dalam waktu dekat, salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pelatihan bagi para penenun guna meningkatkan kualitas serta variasi produk tenun daerah.
Baca Juga: DPRD Sigi Tunda Pengambilan Keputusan Dua Rancangan Peraturan Daerah
Melalui pelatihan tersebut, para pengrajin diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.
Siti juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum MTQ untuk berkunjung ke area pameran dan mendukung produk-produk lokal yang ditampilkan.
“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Sigi dan seluruh pengunjung MTQ untuk datang melihat langsung produk-produk unggulan yang dipamerkan. Dengan mengenal dan membeli produk lokal, kita turut membantu pengembangan UMKM serta memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.(gMTQ Sulteng Jadi Ajang Promosi Produk Lokal, Dekranasda Sigi Pajang Batik Palili hingga Kerajinan Kelapa
RADAR PALU – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi ajang syiar Islam. Momentum yang dipusatkan di Kabupaten Sigi itu juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah melalui pameran UMKM yang digelar di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Likuidasi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.
Pameran yang dibuka Sabtu (6/6) tersebut menghadirkan berbagai produk hasil karya pelaku UMKM dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi melalui Dekranasda turut ambil bagian dengan menampilkan sejumlah produk khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, mengatakan pameran tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah selama pelaksanaan MTQ.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan pengunjung MTQ membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Pameran ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Sigi kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui kegiatan ini, UMKM kita memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan kualitas produknya kepada lebih banyak pengunjung,” ujar Siti Halwiah saat meninjau stan pameran.
Berbagai produk khas Sigi yang dipamerkan di antaranya Batik Palili, kain tenun tradisional, kerajinan anyaman rotan, hingga aneka produk kreatif berbahan dasar kelapa. Tidak hanya memanfaatkan batok kelapa, para pelaku UMKM juga mengolah bagian batang kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.
Siti menilai produk-produk tersebut menunjukkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Sigi yang terus berkembang. Selain memiliki nilai seni, produk lokal juga dinilai memiliki identitas budaya yang kuat sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri di pasar.
“Potensi UMKM Sigi sangat besar. Kita memiliki banyak produk yang unik dan memiliki identitas lokal yang kuat. Ini perlu terus diperkenalkan agar semakin dikenal oleh masyarakat maupun pasar yang lebih luas,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Inovasi desain, kualitas bahan baku, hingga kemasan produk menjadi faktor yang harus terus diperhatikan para pelaku usaha.
“Produk lokal kita memiliki potensi yang besar, namun kualitas harus terus ditingkatkan. Semakin baik mutu dan inovasi yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula nilai jual produk tersebut,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Dekranasda bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi terus menyiapkan berbagai program pembinaan dan pendampingan. Dalam waktu dekat, salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pelatihan bagi para penenun guna meningkatkan kualitas serta variasi produk tenun daerah.
Melalui pelatihan tersebut, para pengrajin diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.
Siti juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum MTQ untuk berkunjung ke area pameran dan mendukung produk-produk lokal yang ditampilkan.
“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Sigi dan seluruh pengunjung MTQ untuk datang melihat langsung produk-produk unggulan yang dipamerkan. Dengan mengenal dan membeli produk lokal, kita turut membantu pengembangan UMKM serta memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin