Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

50 Tahun Tinombala Raya, Dari Lahan Baru Jadi Kawasan Produktif

Muhammad Awaludin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:13 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri peringatan HUT ke-50 Transmigrasi Unit III Giri Mulyo Tinombala Raya di Desa Tinombala, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (6/6/2026). Foto: Ro. Adpim Sulteng  
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadiri peringatan HUT ke-50 Transmigrasi Unit III Giri Mulyo Tinombala Raya di Desa Tinombala, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (6/6/2026). Foto: Ro. Adpim Sulteng  

 

RADAR PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menilai perkembangan Tinombala Raya di Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, menjadi bukti nyata keberhasilan program transmigrasi dalam membuka kawasan baru sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Penegasan itu disampaikan Anwar saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Transmigrasi Unit III Giri Mulyo Tinombala Raya di Desa Tinombala, Sabtu (6/6/2026). Lima dekade setelah dihuni para transmigran, kawasan tersebut kini berkembang menjadi wilayah produktif yang menopang perekonomian warga. 

“Perjuangan yang sangat keras pasti berhasil. Apa yang kita lihat hari ini di Tinombala Raya adalah bukti nyata hasil kerja keras para transmigran yang telah membangun daerah ini selama puluhan tahun,” kata Anwar Hafid. 

Baca Juga: Sigi Jadi Titik Awal Proyek Jalan Rp604,8 Miliar di Sulteng

Menurutnya, keberhasilan Tinombala Raya menunjukkan bahwa transmigrasi bukan sekadar program perpindahan penduduk, melainkan upaya membangun kehidupan baru yang mampu mendorong pertumbuhan wilayah. 

Anwar mengingatkan bahwa para transmigran yang datang ke Tinombala Raya puluhan tahun lalu memulai kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Mereka membuka lahan, membangun permukiman, serta mengembangkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat hingga saat ini. 

Perjalanan panjang tersebut, kata dia, telah mengubah kawasan yang sebelumnya minim sarana dan prasarana menjadi daerah yang terus berkembang dengan berbagai komoditas unggulan. 

Baca Juga: Damkar Kota Palu Juara Umum, Sapu Bersih 3 Kategori di Tolitoli

Gubernur mengaku terharu melihat para pelopor transmigrasi yang kini masih sehat dan dapat menikmati hasil perjuangan bersama anak serta cucu mereka. 

“Keberhasilan yang kita lihat hari ini adalah hasil kerja keras dan ketekunan para transmigran selama puluhan tahun,” ujarnya. 

Menjadi Contoh Keberhasilan Pembangunan Daerah 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai Tinombala Raya dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan daerah berbasis pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan kawasan tersebut menunjukkan bahwa program transmigrasi mampu menciptakan sentra ekonomi baru sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan. 

Karena itu, pemerintah berkomitmen terus mendukung pengembangan wilayah melalui peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor pertanian. 

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga memaparkan sejumlah program prioritas yang dijalankan melalui Program 9 Berani. 

Baca Juga: Uji Akurasi dan Mental, PABKI Sulawesi Tengah Gelar Turnamen Internal Lempar Pisau dan Kapak di Uwe Gusu Mamboro

Melalui Program Berani Cerdas, pemerintah memastikan tidak ada lagi pungutan di SMA, SMK, dan SLB negeri. Sementara Program Berani Sehat memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP. 

Hingga awal Juni 2026, lebih dari 181 ribu warga Sulawesi Tengah telah memanfaatkan layanan kesehatan melalui Program Berani Sehat, termasuk peserta BPJS yang tidak aktif maupun menunggak. 

Pertanian dan Hilirisasi Jadi Andalan 

Sebagai kawasan yang tumbuh dari sektor pertanian, Tinombala Raya dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pemerintah provinsi saat ini mendorong peningkatan produktivitas melalui bantuan alat dan mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi, serta penguatan brigade pertanian. 

Selain itu, Anwar menyoroti peluang besar komoditas kelapa yang menjadi salah satu andalan Sulawesi Tengah. Permintaan produk turunan kelapa seperti air kelapa, santan, dan serat kelapa terus meningkat di pasar internasional. 

Karena itu, pemerintah terus mendorong masuknya investasi industri pengolahan kelapa agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah. 

“Pembangunan ke depan bukan lagi soal infrastruktur semata, tetapi bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan dan kesehatan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Emas Tinombala Raya, Wadoyan, mengapresiasi kehadiran gubernur dan jajaran pemerintah daerah. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, terutama jalan penghubung Desa Tinombala dengan ibu kota Kecamatan Ongka Malino, terus berlanjut untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. 

Peringatan HUT Emas Tinombala Raya menjadi pengingat bahwa program transmigrasi tidak hanya berhasil membuka kawasan baru, tetapi juga melahirkan komunitas yang mampu tumbuh dan berkembang menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah di Sulawesi Tengah. ***

Editor : Muhammad Awaludin
#Tinombala Raya #Ongka Malino #Anwar Hafid #parigi moutong #transmigrasi