Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Uji Akurasi dan Mental, PABKI Sulawesi Tengah Gelar Turnamen Internal Lempar Pisau dan Kapak di Uwe Gusu Mamboro

Muchsin Siradjudin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:21 WIB
SIAP DIGELAR: Pengurus PABKI Sulawesi Tengah bersiap menggelar ajang ketangkasan bergengsi lempar bilah dan kapak.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
SIAP DIGELAR: Pengurus PABKI Sulawesi Tengah bersiap menggelar ajang ketangkasan bergengsi lempar bilah dan kapak.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU  – Pengurus Provinsi Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) Sulawesi Tengah bersiap menggelar ajang ketangkasan bergengsi bertajuk "Turnamen Internal Lempar Pisau dan Kapak PABKI Sulteng". Kompetisi olahraga yang memicu adrenalin ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Lapangan Uwe Gusu Mamboro, Kota Palu.

Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi para atlet dan pelempar lokal untuk menunjukkan kemahiran mereka dalam seni konsentrasi tingkat tinggi.

Meski menggunakan bilah tajam yang kerap kali dianggap ekstrem oleh masyarakat awam, kompetisi ini justru mengedepankan pembinaan mental, presisi, serta kedisiplinan yang sangat ketat melalui pendekatan komunitas yang santai namun tetap terukur.

Baca Juga: Pergeseran Narasi Budaya Bilah: PABKI Sulteng Resmikan 'Central Celebes Throwing Club' di Mamboro

PABKI Sulteng menegaskan bahwa olahraga lempar bilah bukan sekadar melempar senjata tajam ke arah target, melainkan sebuah media olah rasa dan kontrol diri. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi pondasi dasar bagi setiap anggota komunitas dalam menekuni disiplin olahraga ini:

 1. Santai tapi Fokus (Olah Ketenangan): Saat memegang bilah, pikiran pelempar dituntut untuk sepenuhnya jernih. Begitu tindakan dilakukan secara tergesa-gesa atau emosional, sasaran dipastikan akan meleset. Ketenangan adalah kunci utama untuk meraih poin tertinggi.

 2. Disiplin Tinggi (Standardisasi Keselamatan):Mengingat peralatan yang digunakan merupakan benda tajam, kepatuhan total pada regulasi keselamatan (safety rules) di area perlombaan adalah harga mati. 

Aturan ketat diberlakukan tanpa kompromi begitu atlet berada di garis lempar (throwing line).

Baca Juga: KPHD Siapkan Akademi Politik Hijau untuk Perkuat Peran DPRD dalam Pembangunan Berkelanjutan

 3. Sportivitas Tanpa Batas: Turnamen ini mengusung erat asas kekeluargaan khas akar rumput. Kemenangan dirayakan bersama sebagai bentuk apresiasi prestasi, sementara hasil yang kurang maksimal dijadikan bahan evaluasi teknis yang dikaji bersama sambil membangun keakraban.

Turnamen internal ini merupakan salah satu program kerja strategis PABKI Sulteng dalam menyaring potensi lokal sekaligus memperkenalkan olahraga akurasi bilah ke masyarakat luas.

Lapangan Uwe Gusu Mamboro besok akan menjadi saksi bisu tancapan-tancapan presisi dari para pelempar terbaik Sulawesi Tengah yang berjuang lewat jalur ketangkasan resmi.

Baca Juga: Sulawesi Tengah dan Perangkap Bahan Mentah, Hilirisasi Perikanan sebagai Jalan Transformasi Ekonomi Sulawesi Tengah

Pihak panitia mengundang seluruh rekan media, pencinta olahraga tantangan, serta masyarakat umum untuk hadir langsung menyaksikan atmosfer kompetisi yang unik ini.

Melalui edukasi langsung di lapangan, diharapkan masyarakat dapat melihat sisi positif olahraga ini dan tertarik untuk ikut serta menekuni seni melempar bilah secara aman di bawah naungan federasi resmi.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#PABKI #Olahraga ketangkasan #Lempar bilah dan kapak #sulawesi tengah