RADAR PALU - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Asrama Siswa Tipe 2 di MAN Insan Cendekia (IC) Kota Palu yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026, Jumat (2/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan Islam Kementerian Agama Kota Palu, Ketua Tim Sarana dan Prasarana Kanwil Kemenag Sulteng Moh. Rusli, pengawas proyek, pihak rekanan, Kepala MAN IC Kota Palu Hj. Mardiati Rosmah, serta dewan guru.
Dalam sambutannya, Junaidin menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh jajaran Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah.
Baca Juga: Dipimpin Wakil Bupati, Kafilah MTQ Kabupaten Buol Resmi Diterima Tuan Rumah Sigi
“Pembangunan sarana dan prasarana bukanlah kebutuhan nomor sekian. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, keberadaan gedung dan fasilitas yang memadai tetap menjadi faktor penting dalam mendukung proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, asrama yang akan dibangun tersebut merupakan fasilitas pendukung yang diproyeksikan menjadi tempat aktivitas belajar dan pembinaan peserta didik MAN IC Kota Palu. Kehadiran gedung asrama yang representatif diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa.
Junaidin mengungkapkan rasa syukur karena MAN IC Kota Palu kembali memperoleh bantuan SBSN.
Baca Juga: Kemenag Programkan Promosi Jabatan ASN Menggunakan Pola “Manajemen Talenta” Berbasis Kompetensi
Ia menjelaskan bahwa memperoleh alokasi anggaran SBSN memerlukan proses perencanaan, perjuangan, dan ikhtiar yang panjang sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.
“Tahun ini terdapat beberapa titik pembangunan SBSN di Sulawesi Tengah, dan salah satunya berada di MAN Insan Cendekia Kota Palu. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan madrasah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Junaidin juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan agar mengedepankan kualitas pekerjaan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Ia menekankan pentingnya membangun gedung dengan konstruksi yang kuat dan tahan gempa mengingat Kota Palu merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana gempa bumi.
“Saya meminta kepada seluruh pihak terkait, khususnya pelaksana dan rekanan, agar benar-benar menjaga kualitas pekerjaan.
Bangunan ini harus dibangun sesuai standar yang ditetapkan dan memiliki konstruksi yang tahan gempa sehingga aman digunakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Struktur Ditjen Pesantren Baru
Ia berharap seluruh unsur terkait dapat mengawal proses pembangunan secara maksimal sehingga hasil pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan harapan bersama.
Pembangunan gedung asrama tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender.
Lebih lanjut, Junaidin menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Pembangunan asrama ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah, sekaligus mendukung berbagai aktivitas pembelajaran dan pembinaan peserta didik di MAN Insan Cendekia Kota Palu,” pungkasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin