Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemda Morowali  Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 

Supriyono • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:56 WIB
IRUP: Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan, bertindak sebagai irup peringatan Hari Lahir Pancasila.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU)
IRUP: Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan, bertindak sebagai irup peringatan Hari Lahir Pancasila.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU)

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, baru saja menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Kabupaten Morowali.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham S.Pandjaitan dan Komandan Upacara Kapten inf Alwi. 

Hadir pula dalam Upacara tersebut Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Morowali Ihwan Moh. Thaiyeb, Forkopimda dan hadirin  undangan, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Polres Morowali Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Sementara itu, dalam  sambutannya  Kepala Badan Pembinaan Ideologi  Pancasila Republik Indonesia Yudian Wahyudi yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Dandim Morowali Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan mengatakan.

Disampaikan, bahwa hari 1 juni 2026 , kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memeringati hari lahir hari ini Pancasila.

.Lebih dari sekedar seremoni  tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk  memastikan bahwa api Pancasila  tetap menyala dalam setiap jiwa setiap Insan Indonesia.

Baca Juga: Beasiswa Pemda Morowali 2026 Masih Dibuka, Ribuan Mahasiswa Sudah Terverifikasi untuk Kuliah

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila  Tahun 2026 adalah " Pancasila  Pemersatu  Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia ", sebuah pernyataan  tegas bahwa nilai-nilai  luhur Pancasila  tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian  juga me jadi jawaban terciptanya  perdamaian yang abadi.

Dikatakannya, Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya titik di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi rumah Indonesia tetap berdiri kokoh.

Sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam satu ikatan bank kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi Global mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Baca Juga: Sengketa Tanah 8 Hektare dengan PT BTIIG di Morowali Belum Temui Titik Terang, Daeng Mapoji Minta Bantuan Gubernur Sulteng

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah  dunia. Sesuai amanat pembukaan undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konsistional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.  

Pancasila adalah pondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang outa akut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan  dunia  saat ini  untuk menjembatani  perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan  kepemimpinan  nyata. Kontribusi  pasukan  perdamaian  Indonesia  di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) , peran kita dalam mediasi konflik  regional.

"Pancasila  adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan  yang Adil da Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian  bukan sekadar  ketidaan perang, melainkan  hadirnya  keadilan  bagi seluruh  umat manusia,"ujarnya 

Ia menambahkan, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan rumah untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup( oliving ideologi). Jangan biarkan nilai-nilai Luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan  keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita. 

"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dan semangat persatuan dan kuat  karena nilai-nilai kemanusiaannya.

Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai, " tutupnya(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Hari Lahir Pancasila #Peringatan #Pemkab Morowali #upacara