Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Momentum Hari Lahir Pancasila, Safri Dorong Politik Berlandaskan Etika dan Musyawarah

Talib • Senin, 1 Juni 2026 | 18:38 WIB
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri (kiri), berbincang santai bersama tokoh masyarakat dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan diskusi berbagai isu pembangunan serta aspirasi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri (kiri), berbincang santai bersama tokoh masyarakat dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan diskusi berbagai isu pembangunan serta aspirasi masyarakat di Sulawesi Tengah.

RADRAR PALU – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", Safri menegaskan bahwa Pancasila merupakan kekuatan moral yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia.

"Di tengah berbagai tantangan sosial yang kita hadapi, termasuk di Sulawesi Tengah, Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat harmoni di tengah kemajemukan masyarakat," kata Safri dalam rilisnya, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Muhammad Safri Bongkar Mekanisme Pokir: DPRD Hanya Mengusulkan, Eksekusi di Tangan Pemda

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat yang mampu menghadirkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Safri menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh penyelenggara negara untuk kembali meneguhkan komitmen pengabdian kepada rakyat.

"Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa setiap amanah kekuasaan yang diraih harus didedikasikan sepenuhnya untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan tertentu," tegasnya.

Baca Juga: Iduladha 2026, Muhammad Safri Ajak Masyarakat Sulteng Jadikan Spirit Kurban untuk Merawat Alam dan Kemanusiaan

Ia menambahkan, semangat Pancasila juga mengajarkan pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus dipandang sebagai modal sosial untuk membangun daerah dan negara, bukan sebagai sumber perpecahan.

Lebih jauh, Safri menekankan pentingnya mengedepankan musyawarah mufakat  dalam setiap proses pengambilan keputusan. Nilai tersebut, kata dia, merupakan salah satu warisan luhur bangsa yang harus terus dijaga dalam kehidupan demokrasi.

"Musyawarah mufakat adalah jalan terbaik untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Semangat ini harus terus kita hidupkan agar pembangunan berjalan dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan menjaga persatuan bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Sambut Positif Pernyataan Menteri ESDM, Safri: PI 10 Persen Jadi Instrumen Penting Perkuat Fiskal Daerah

Safri berharap momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini dapat semakin memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan damai.

"Pancasila bukan hanya warisan para pendiri bangsa, tetapi juga pedoman yang harus terus kita aktualisasikan dalam setiap kebijakan dan tindakan demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya. ***

Editor : Talib
#MuhammadSafri #HariLahirPancasila #PancasilaPemersatuBangsa #FPKBSulteng #MusyawarahMufakat