Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

10.000 Paket Makanan untuk Sesama, Palu Perlihatkan Harmoni Lintas Agama dalam Aksi Nyata

Talib • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:03 WIB
Tokoh lintas agama bersama Pemerintah Kota Palu menghadiri pembagian 10.000 paket makanan bagi anak panti asuhan dan masyarakat prasejahtera di Lapangan Vatulemo, Minggu (31/5/2026).(Foto istimewa)
Tokoh lintas agama bersama Pemerintah Kota Palu menghadiri pembagian 10.000 paket makanan bagi anak panti asuhan dan masyarakat prasejahtera di Lapangan Vatulemo, Minggu (31/5/2026).(Foto istimewa)

 

RADAR PALU - Kerukunan tidak selalu lahir dari pidato atau seremoni formal. Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, nilai persaudaraan itu justru tampak nyata melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. 

Minggu (31/5/2026), ribuan paket makanan siap saji dibagikan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat prasejahtera dalam sebuah gerakan kemanusiaan yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sulawesi Tengah. Total sebanyak 10.000 paket makanan disalurkan secara serentak melalui kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu. 

Kemanusiaan Menjadi Titik Temu Lintas Perbedaan 

Di tengah beragam latar belakang agama dan budaya yang hidup berdampingan di Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut menjadi contoh konkret bahwa kepedulian sosial mampu melampaui sekat-sekat identitas. 

Baca Juga: Sulawesi Tengah Raih Indeks Kerukunan Tinggi Nasional, Ketua FKUB Sulteng: Ini Buah Kerja Keras Semua Pihak

Tidak hanya berlangsung di pusat kegiatan, distribusi bantuan juga menjangkau berbagai panti asuhan di Kota Palu hingga sejumlah wilayah kabupaten di sekitarnya. Langkah ini memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan. 

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai moderasi beragama yang selama ini terus didorong oleh berbagai elemen masyarakat. 

Menurutnya, agama tidak cukup hanya hadir dalam ruang-ruang ibadah, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui aksi sosial yang berdampak. 

Baca Juga: Ngobrol Pintar FKUB Bahas Spiritual dan Masa Depan Toleransi Sulteng

Pesan Besar di Balik Pembagian 10.000 Paket Makanan 

Dalam pandangan Prof. Zainal Abidin, keputusan menyalurkan bantuan kepada seluruh panti asuhan tanpa membedakan latar belakang keyakinan membawa pesan sosial yang sangat kuat. 

Ia menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama. Rasa lapar, kesulitan hidup, maupun kebutuhan dasar lainnya tidak mengenal batas agama maupun kelompok tertentu. 

Karena itu, keterlibatan berbagai unsur agama dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa solidaritas dapat tumbuh di atas nilai kemanusiaan universal. FKUB sendiri ikut mengawal proses pendataan dan penyaluran bantuan melalui jaringan pengurus yang berasal dari berbagai majelis agama. 

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana konsep kerukunan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. 

Kolaborasi Tokoh Agama, Pemerintah, dan Masyarakat 

Seperti dilansir dari FKUB Sulteng, kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Ketua TP PKK Kota Palu Diah Puspita, Ketua Bamag Sulawesi Tengah Lukky Semen, serta Ketua Panitia Pelaksana Hendrik G. Lyanto. 

Kehadiran pemerintah daerah bersama tokoh-tokoh lintas agama menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat. 

Wali Kota Palu memberikan apresiasi terhadap inisiatif para pemimpin umat yang memilih bergerak melalui aksi nyata. Menurutnya, kepedulian yang diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung seperti ini mampu mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 

Harapan Munculnya Gelombang Kebaikan Baru 

Sementara itu, Hendrik G. Lyanto menjelaskan bahwa gerakan sosial tersebut lahir dari dorongan moral untuk membantu masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi. 

Sasaran utama bantuan diarahkan kepada masyarakat kurang mampu, anak-anak panti asuhan, hingga para pengasuh panti yang selama ini mengabdikan diri untuk merawat dan mendampingi anak-anak. 

Lebih dari sekadar pembagian makanan, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas, organisasi, maupun kelompok masyarakat lainnya untuk menghadirkan gerakan serupa. 

Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat, aksi kemanusiaan lintas agama di Palu menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian tetap menjadi modal penting dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi semua.***

Editor : Muhammad Awaludin
#BAMAG Sulawesi Tengah #Aksi Sosial Lintas Agama #FKUB Sulteng #kerukunan umat beragama #kota palu