Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Warga Wakai Butuh Perhatian Pemerintah, Listrik Belum Menyala 24 Jam 

Muchsin Siradjudin • Jumat, 29 Mei 2026 | 16:49 WIB
DIBANGUN: Salah satu dapur MBG yang dibangun di Pulau Wakai.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
DIBANGUN: Salah satu dapur MBG yang dibangun di Pulau Wakai.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU – Saat ini pemerintah Republik Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan gebrakan pembangunan gresnya, dengan membangun dapur makanan bergizi gratis (MBG). Termasuk di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Salah satu titik pembangunan dapur MBG dilaksanakan di Pulau Wakai, tepatnya di Desa Bambu dari 5 titik pembangunan dapur MBG, di Kecamatan Unauna.

“Kami membangun dapur MBG di Dusun Kolongian, Desa Bambu, Kecamatan Unauna di Pulau Wakai ini, “ ujar Afandi, salah satu pihak vendor perusahaan yang membangun dapur MBG di Wakai.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Palu Koordinasi soal RKAB Tambang Galian C, Pengawasan Diperketat

Menurutnya, proses pembangunan dapur MBG-nya sendiri berjalan dengan lancar, bahkan sudah memasuki tahap finishing atau penyelesaian pengerjaan proyek bergenre nasional ini.

Meski begitu, ada satu sektor penting yang dirasakannya belum maksimal ditengah penyelesaian proyek. Yakni belum adanya aliran listrik permanen di daerah pulau itu.

“ Ini yang sulit selama kami berada di sini mengerjakan proyek pembangunan dapur MBG adalah belum ada listrik di Desa Cendana, Dusun Kolongian, Desa Bambu, “ ungkapnya.

Baca Juga: Banjir Touna Rendam Jalur Trans Poso, Akses Sempat Terganggu

Karena itu, Afandi mengetuk kebijakan pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk memperhatikan fasilitas publik bernama Berani Menyala.

“Terus terang kami belum merasakan program Gubernur Berani Menyala di Wakai ini, “ tandas Afandi.

Sebab, sarana listrik yang ada di Desa Bambu hanya swadaya masyarakat, itupun menyala dari pukul 18.00 Wita, dan padam pukul 22.00 Wita. Menyala hanya empat jam.

Baca Juga: Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulteng Serahkan Bantuan Desa Wisata Touna

“Kami butuh perhatian pemerintah, agar seluruh rakyat bisa menikmati fasilitas dari negara, yaitu lampu bisa menyala 1x24 jam, “ pungkasnya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Membangun dapur MBG #Pulau Wakai #Kecamatan Touna #Listrik belum 24 jam