RADAR PALU– Banjir dan tanah longsor melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Minggu (24/5/2026) sore. Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan sekitar 50 hektare lahan persawahan warga terendam, satu unit penggilingan padi terdampak, serta akses jalan penghubung antara Desa Toro dan Desa Sungku terganggu akibat longsoran material tanah.
Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah pada pukul 20.16 WITA, banjir terjadi sekitar pukul 17.40 WITA. Luapan air dipicu oleh penyempitan aliran sungai yang menyebabkan debit air meluap ke area persawahan dan fasilitas penggilingan padi milik masyarakat.
Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa titik di Desa Toro. Salah satu dampak signifikan adalah terganggunya jalan penghubung Desa Toro–Sungku akibat tertutup material longsor.
Baca Juga: Banjir Terjang Empat Desa di Bungku Tengah Morowali, Warga Dievakuasi
Meski menimbulkan kerugian pada sektor pertanian dan infrastruktur, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Kondisi ini memungkinkan masyarakat tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat desa setempat telah melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi dampak dan kebutuhan penanganan pascabencana. Koordinasi juga dilakukan antara BPBD Kabupaten Sigi, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, serta pemerintah Desa Toro untuk mempercepat langkah penanganan darurat.
Menurut hasil asesmen awal, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah normalisasi aliran sungai guna mengurangi genangan air dan mencegah terjadinya banjir susulan. Hingga laporan terakhir diterima, air masih menggenangi sebagian lahan pertanian masyarakat sehingga aktivitas pertanian belum dapat kembali berjalan normal.
Baca Juga: Banjir Rendam 43 Rumah di Gunung Sari, Kapolsek Bolano Lambunu Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan upaya penanganan terhadap penyempitan sungai dan pembersihan material longsor agar aktivitas masyarakat serta akses transportasi antarwilayah dapat kembali pulih.
Informasi kejadian ini dihimpun dari TRC dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi, serta aparat Desa Toro.***
Editor : Muhammad Awaludin