Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kasus Muncul di Sulut, Sulteng Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus

Mugni Supardi • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:10 WIB
MOH FATHAHILA
Plt. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr. Moh. Ikbal. (MOH FATHAHILA)

RADARPALU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus setelah ditemukannya kasus di Sulawesi Utara (Sulut)

Langkah antisipasi dilakukan menyusul tingginya mobilitas masyarakat antara Sulteng dan Sulut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-18 tahun 2026 terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di sembilan provinsi di Indonesia, termasuk Sultra.

Baca Juga: Danamon Raih Penghargaan AI Pioneer di LinkedIn Talent Awards 2025

Plt. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulteng, dr. Moh. Ikbal menjelaskan, pihaknya telah menerima surat edaran kewaspadaan dari Kemenkes sejak 10 Mei 2026.

Edaran tersebut langsung diteruskan ke 13 kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.

“Hantavirus ini menjadi perhatian internasional karena penularannya cukup cepat dan bisa menyebabkan gagal pernapasan maupun gagal ginjal,” ujarnya ketika dimintai keterangan, Rabu (21/05).

Baca Juga: Program Kurban Bahagia Yakesma Sulteng Mulai Rp1,5 Juta, Sudah Terkumpul 10 Ekor Sapi

Menurutnya, hantavirus ditularkan melalui tikus liar yang membawa virus melalui urine, feses, maupun air liur.

Penularan dapat terjadi ketika manusia menyentuh atau menggunakan benda yang telah terkontaminasi.

"Jadi tikus bawa penyakit hantavirus, cairan tubuh baik kencing, kemudian feses atau tinjanya, atau air liurnya yang diletakkan di suatu media, misalnya lewat piring, itu bisa tertular kalau kita gunakan piring yang terinfeksi," jelas Ikbal.

 

Ia mencontohkan, minuman kaleng yang terkena urine tikus berpotensi menularkan virus apabila digunakan tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

Dinkes Sulteng juga memperkuat sistem surveilans di seluruh daerah. Petugas kesehatan diminta segera melaporkan masyarakat yang mengalami gejala mirip hantavirus, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan tikus atau baru datang dari daerah terpapar.

“Kalau ada masyarakat yang tiba-tiba mengalami demam dan sesak napas, apalagi setelah kontak dengan tikus atau bepergian dari daerah yang sudah ada kasus, segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Baca Juga: Sulawesi Tengah dan Hainan Jajaki Kerja Sama Baru

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus liar.(mg2)

Editor : Mugni Supardi
#hantavirus #kasus hantavirus #Sulawesi Utara #sulawesi tengah #Dinkes Sulteng