Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tiga Sapi Positif Brucellosis di Sulteng, Karantina Perketat Pengawasan

Annisa Tri Yusnida • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan sapi di Sulawesi Tengah menjelang distribusi hewan kurban. (Gambar AI)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan sapi di Sulawesi Tengah menjelang distribusi hewan kurban. (Gambar AI)

RADAR PALU - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah menemukan tiga sapi positif brucellosis saat pengawasan lalu lintas ternak di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Ketiga sapi tersebut langsung dipotong bersyarat untuk mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, Ahmad Mansuri Alfian mengatakan temuan itu terjadi dalam waktu berbeda saat pemeriksaan ternak di lapangan menjelang Idul Adha.

“Kalau sudah kena penyakit seperti itu, di hewan ternak dia susah lagi untuk hamil. Kalau hamil dia pasti keguguran, abortus kalau istilahnya di kami,” ujar Alfian saat ditemui di rumah jabatan wali kota, Kamis (21/5/2026). 

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden di Sulteng Tembus 900 Kilogram

Brucellosis merupakan penyakit infeksi pada hewan ternak yang dapat mengganggu sistem reproduksi sapi. Penyakit tersebut dapat menyebabkan keguguran berulang pada sapi betina dan menurunkan produktivitas ternak.

Menurut Alfian, ketiga sapi tersebut ditemukan dalam waktu berbeda saat proses pengawasan lalu lintas ternak antardaerah. Setelah dinyatakan positif brucellosis, petugas langsung melakukan pemotongan bersyarat.

“Nggak bersamaan temuannya, tapi ketika kami temukan langsung dipotong bersyarat,” katanya. 

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi dari Sulteng Melejit, Target Tembus 3.000 Ekor

Balai Karantina memilih tidak mengembalikan sapi tersebut kepada peternak untuk menghindari risiko penularan di kandang maupun jalur distribusi ternak.

“Mau dikembalikan ke peternak takutnya malah menyebar ke mana-mana lagi,” terang Alfian.

Selain brucellosis, Balai Karantina juga meningkatkan pengawasan terhadap penyakit hewan menular lainnya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.

Karantina Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha

Pengawasan dilakukan di pelabuhan serta jalur distribusi ternak antardaerah. Setiap hewan ternak yang akan dilalulintaskan wajib menjalani masa karantina maksimal tiga hari.

Petugas juga memastikan ternak telah menerima vaksinasi lengkap dan lolos pemeriksaan laboratorium kesehatan hewan sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Semua sapi yang mau dilintaskan wajib divaksin dua kali,” tandas Alfian.

Balai Karantina memastikan pengawasan kesehatan hewan akan terus diperketat menjelang Idul Adha untuk menjamin hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman.***

Editor : Muhammad Awaludin
#kesehatan ternak #brucellosis #Balai Karantina #idul adha #sulawesi tengah