RADARPALU - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) terus memperkuat komitmennya dalam melindungi kekayaan budaya daerah melalui kegiatan Optimalisasi Kebudayaan dan Produk Lokal Kekayaan Daerah yang digelar di Kantor Bupati Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) terhadap berbagai potensi budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Tojo Una-Una.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Sopian menyampaikan bahwa Tojo Una-Una memiliki kekayaan budaya dan potensi daerah yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi berbasis kekayaan intelektual.
Baca Juga: Mahasiswa Kini Pilih Kerja Tugas di Cafe, Akui Lebih Fokus Meski Boros
“Perlindungan kekayaan intelektual bukan hanya soal perlindungan hukum, tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi daerah yang mampu meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut teridentifikasi sejumlah potensi budaya yang dinilai penting untuk segera didokumentasikan dan diusulkan pencatatannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal, di antaranya Bahasa Tah, lagu-lagu tradisional daerah, serta cerita rakyat lokal yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat adat Tojo Una-Una.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy menegaskan bahwa pelindungan budaya daerah menjadi bagian penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Swasembada Pangan Jadi Program Utama Pemerintah
“Kekayaan budaya daerah harus dijaga dan diamankan secara hukum agar tidak diklaim pihak lain. Selain menjaga identitas budaya, perlindungan KI juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan memperluas promosi daerah,” kata Rakhmat Renaldy.
Sementara itu, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kanwil Kemenkum Sulteng dalam mendorong pelestarian budaya daerah melalui pendekatan kekayaan intelektual.
“Kami menyambut baik langkah Kanwil Kemenkum Sulteng yang hadir langsung mendampingi daerah dalam melindungi budaya dan potensi lokal kami. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Kanwil Kemenkum Sulteng juga merencanakan pembentukan stand atau booth layanan Kekayaan Intelektual pada berbagai event daerah di Tojo Una-Una sebagai sarana edukasi, konsultasi, serta promosi produk unggulan daerah kepada masyarakat dan pelaku usaha.(*)
Editor : Mugni Supardi