RADAR PALU - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengamanan pangan nasional dan percepatan swasembada pangan menjadi program utama pemerintah dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5/2026).
Menurut Presiden Prabowo, berbagai lembaga dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045. Karena itu, ketahanan nasional terutama di sektor pangan harus diperkuat sejak sekarang.
Baca Juga: Kejati Sulteng Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal, Ada Merek Boss Caffe Latte hingga Smith Bold
“Program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan pengalaman pandemi Covid-19, perang, dan krisis pangan global menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Saat terjadi krisis, negara-negara pengekspor pangan cenderung menghentikan ekspor sehingga harga pangan dunia melonjak tajam.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat produksi pangan nasional serta meningkatkan cadangan pangan pemerintah. Presiden Prabowo menyebut produksi pangan Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Baca Juga: Geger! Buaya Lepas dari Kandang, Warga Ogodako Panik dan Aktivitas Dermaga Sempat Lumpuh
“Cadangan yang ada di gudang pemerintah bahkan tidak cukup sehingga kita harus menyewa gudang tambahan,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengungkapkan cadangan beras pemerintah yang pada Desember 2025 berada di angka 3,25 juta ton kini meningkat menjadi lebih dari 5,3 juta ton per 10 Mei 2026.
Selain sektor pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti besarnya kontribusi sektor pertanian dan perkebunan terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Peduli BBM Morowali Demo di Depan Kantor DPRD Morowali
Indonesia saat ini tercatat sebagai pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan nilai devisa ekspor mencapai USD 23 miliar atau setara Rp391 triliun sepanjang 2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor sektor pertanian Januari–Desember 2025 mencapai Rp756,59 triliun atau meningkat sekitar Rp166 triliun dibanding periode sebelumnya. Sementara impor sektor pertanian turun sekitar Rp41 triliun.
Pemerintah juga berhasil memperkuat produksi pupuk nasional hingga mampu membantu sejumlah negara melalui pasokan pupuk.
Baca Juga: MTQ ke-X Kecamatan Parigi Barat Resmi Dibuka di Desa Kayuboko
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (14/5/2026).
Kerja sama ekspor tersebut diawali dengan komitmen pengiriman 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan potensi nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.
Presiden Prabowo juga menyampaikan pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen sehingga petani dapat memperoleh pupuk dalam jumlah yang cukup.
Baca Juga: DLH Akui Kebijakan ASN Naik Angkutan Umum Pengaruhi Kualitas Udara
Namun demikian, Presiden mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi pupuk subsidi agar tidak terjadi penyelewengan maupun penyelundupan.
“Kita harus menjaga bersama agar pupuk subsidi tidak diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan arahan Presiden Prabowo menjadi pegangan utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Satlantas Palu Catat 133 Kecelakaan, Mayoritas Korban Berusia Muda
Menurut Mentan Amran, peningkatan cadangan beras pemerintah yang kini menembus lebih dari 5,3 juta ton menjadi bukti strategi penguatan produksi mulai menunjukkan hasil nyata.
“Ini hasil kerja bersama. Stok meningkat, produksi meningkat, dan petani semakin bergairah karena pemerintah hadir mengawal dari produksi hingga penyerapan,” kata Mentan Amran.
Ia juga memastikan pengawasan distribusi pupuk subsidi akan terus diperkuat agar tepat sasaran dan benar-benar diterima petani. ***
Editor : Talib