RADAR PALU - Akses jalan menuju Desa Suraya, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari pusat Desa Momunu, kini berubah menjadi kubangan lumpur.
Sejak terakhir kali diaspal pada 2017, kondisi jalan tidak pernah mendapat perbaikan berarti. Warga Suraya menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol bersikap pilih kasih terhadap wilayah mereka.
Kerusakan parah membuat roda perekonomian desa hampir lumpuh. Aktivitas transportasi terhambat, hasil pertanian sulit keluar, dan pelayanan dasar menjadi terhambat.
Baca Juga: Wabup Buol Buka Pencanangan Desa Cinta Statistik
Di musim kemarau debu beterbangan, sedangkan saat hujan jalan berubah menjadi kubangan berlumpur yang membahayakan pengendara.
Yang membuat warga geram, pabrik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Palma yang beroperasi di sekitar desa itu dinilai tidak peduli. Kondisi jalan yang dilalui kendaraan perusahan hilir mudik melewati jalan Desa Suraya, akibatnya jalan mengalami kerusakan yang parah.
Padahal sebagian besar hasil panen petani sawit di Suraya, justru masuk ke perusahaan tersebut. Seharusnya ada tanggung jawab sosial untuk menjaga akses jalan yang mereka gunakan setiap hari.
Baca Juga: Hilirisasi Sagu Dimulai: Buol Bangun Pabrik Mini untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
“Saya sudah beberapa kali mengirim surat dan proposal meminta bantuan perusahaan untuk menimbun jalan rusak. Tapi tidak pernah ditanggapi dengan baik,” ujar Kepala Desa (Kades) Suraya, Mega Makur, kepada Radar Palu, Jawa Pos, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya kondisi jalan sudah berlubang di mana-mana. “Jika musim hujan, jalan licin dan becek. Pengendara bahkan sulit membedakan mana jalan bagus dan mana yang berlubang,” ungkapnya dengan nada kesal.
Mega Makur menambahkan pihaknya telah dua kali meminta bantuan langsung ke manajemen PT Palma. Namun hingga kini tidak ada respons. Mestinya, perusahaan besar seperti itu melihat bahwa kelancaran transportasi juga berdampak pada kelancaran pasokan tandan buah sawit dari petani.
Baca Juga: Dimotori Forum Kades Geruduk Gedung DPRD Buol, Pertanyakan Hak Kades yang Masih Tertahan
“Demikian juga usulan dari desa pada setiap musrenbang tetap dimasukan ke Pemda, agar mendapat perhatian namun hingga kini belum ada respon apalagi perbaikan, “ tandasnya.
Hingga berdampak pada aktifitas aparat desa, guru, siswa, maupun para petani yang hendak menjual hasil panen, semuanya terkendala.
Warga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol dan PT. Palma dalam membangun desa. Jika dibiarkan, akses yang lumpuh ini hanya akan memperlebar jurang ketimpangan antara desa dan pusat kabupaten.
Baca Juga: Jamaah Calon Haji Kabupaten Buol Dilepas dengan Resmi
"Kami berharap, Pemda Buol dapat mengalokasikan anggaran perbaikan jalan di desa ini. Agar aktifitas petani dan masyarakat berjalan, plus ekonomi desa berjalan dengan baik, "pungkas Kades Suraya, Mega Makur.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin