RADA PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi menegaskan pembangunan desa harus menjadi prioritas utama jika Morowali Utara ingin terus berkembang dan bersaing.
Pesan itu disampaikan Delis saat membuka Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten 2026 di Desa Tambarobone, Kecamatan Bungku Utara, Senin (18/5/2026).
Dia menyebut lomba desa bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengukur keseriusan pemerintah desa dalam membangun masyarakat.
Baca Juga: Anggota DPRD Morut Mastam Mustaring Kawal Tuntutan Ganti Rugi Petambak Bungintimbe
"Kalau desa maju, Morowali Utara pasti maju. Tidak ada daerah kuat kalau desanya tertinggal," tegas Delis.
Dalam sambutannya, Delis meminta seluruh kepala desa terus bergerak menciptakan inovasi dan memperkuat pelayanan masyarakat meski daerah menghadapi tekanan efisiensi anggaran.
Dia mengatakan tantangan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan desa.
Baca Juga: Dinkes Morut Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Pengawasan Pelabuhan dan Perjalanan Diperketat
"Pemimpin tidak boleh kalah dengan keadaan. Kepala desa harus kreatif, harus bergerak, dan harus mampu menjaga kekompakan masyarakat," katanya.
Delis juga mengingatkan perbedaan politik tidak boleh menghambat pembangunan di desa.
“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi urusan membangun desa harus tetap satu tujuan," ujarnya.
Baca Juga: Nahkodai APBMI Morut, Arman Amrullah Janji Percepat Pembayaran Jasa Bongkar Muat
Dalam kesempatan itu, Delis memaparkan capaian pembangunan desa selama empat tahun terakhir.
Dia menyebut Morut kini tidak lagi memiliki desa sangat tertinggal maupun desa tertinggal.
Menurut dia, jumlah desa mandiri di Morowali Utara juga terus meningkat hingga mencapai 41 desa.
Baca Juga: Anggota DPRD Morut Mastam Mustaring Desak Penyelesaian Dugaan Pencemaran Tambak Bungintimbe
"Dulu belum ada desa mandiri. Sekarang sudah 41 desa mandiri. Ini bukti kerja nyata pemerintah desa, masyarakat, dan Dinas PMD," ungkapnya.
Capaian tersebut, lanjut Delis, harus menjadi motivasi agar desa terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Meski menghadapi penyesuaian anggaran daerah, Delis memastikan sejumlah program pro-rakyat tetap berjalan, termasuk BPJS Kesehatan gratis, pendidikan gratis, beasiswa pendidikan, dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Dia menilai program perlindungan sosial sangat penting bagi masyarakat desa, khususnya petani dan nelayan.
"Kami tidak ingin masyarakat kecil kehilangan perlindungan hanya karena kondisi anggaran," tegasnya.
Ketua TP-PKK Morut sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, di kesempatan itu menegaskan, PKK harus menjadi motor penggerak pembangunan sosial di desa.
Menurut dia, keberhasilan desa tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga kekuatan keluarga dan partisipasi masyarakat.
"Lomba desa harus menjadi ruang evaluasi dan inovasi. Desa tidak boleh puas dengan capaian hari ini," kata Febriyanthi.
Pembukaan Lomba Desa dan Kelurahan Morut 2026 berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya dan penyambutan adat khas daerah.
Kegiatan itu dihadiri anggota DPRD Morut, kepala OPD, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tenaga pendidik, kader posyandu, dan masyarakat Desa Tambarobone.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin