Program ini hadir sebagai langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.
Sekretaris Disdikbud Banggai, Samsul Bahri Lanta, yang mewakili Kepala Disdikbud Syafrudin Hinelo, menjelaskan bahwa gerakan tersebut dibangun melalui dua pilar utama yang menyentuh aktivitas belajar siswa, baik di rumah maupun di sekolah.
Baca Juga: Desa Balaang Nuhon Kabupaten Banggai Disapu Banjir
Wajib Belajar 1 Jam di Rumah
Pilar pertama mengusung program Transformasi Belajar di Rumah melalui kebijakan Wajib Belajar 1 Jam di Rumah. Dalam program ini, setiap siswa didorong untuk meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari guna belajar mandiri di luar jam sekolah.
Kebijakan tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian siswa sejak usia dini. Dengan rutinitas belajar yang konsisten, diharapkan lahir generasi yang memiliki semangat belajar tinggi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Budaya Membaca Sebelum Belajar
Sementara itu, pilar kedua difokuskan pada Penguatan Literasi di Sekolah melalui kebijakan Wajib Membaca 30 Menit Sebelum Pembelajaran. Program ini mengajak siswa membiasakan diri membaca sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Baca Juga: Dewan Adat Banggai Dikukuhkan, Siap Jaga Nilai dan Budaya Daerah
Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan indeks literasi siswa, memperluas wawasan, serta menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah. Selain itu, kebiasaan membaca juga dinilai penting untuk melatih daya pikir kritis dan kreativitas siswa.
Menurut Samsul, keberhasilan gerakan ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen pendidikan, terutama orang tua dan guru.
“Peran orang tua sangat penting dalam memastikan kebiasaan belajar di rumah berjalan konsisten, sementara guru berperan mengawal penguatan literasi di sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Warga Banggai Desak Investigasi Terbuka Dugaan Limbah Tambang
Sebagai bentuk kampanye edukatif, Disdikbud Banggai turut mengajak masyarakat memeriahkan gerakan ini melalui tagar motivasi seperti #BanggaikabCerdas, #BudayaMembaca, dan #PendidikanBerkualitas.
Program “Gerakan Membaca dan Belajar” diharapkan menjadi tonggak baru dalam menciptakan generasi muda Banggai yang cerdas, berkarakter kuat, berpengetahuan luas, serta mampu bersaing di era modern.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin