RADAR PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melakukan kunjungan strategis ke Provinsi Hainan, China, sejak Senin (18/5/2026). Lawatan tersebut difokuskan untuk menjajaki kerja sama investasi, transfer teknologi, dan penguatan hilirisasi industri antara Sulawesi Tengah dan Hainan.
Dalam kunjungan itu, Anwar Hafid didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan serta Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Amar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rifani Pakamundi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Christina Shandra Tobondo.
Dikutip dari Publik Update, Senin (19/5/2026), agenda kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari penjajakan kerja sama Sister Province antara Sulawesi Tengah dan Hainan, Tiongkok.
Baca Juga: DPRD Sulteng Dukung Satgas Ketenagakerjaan Bentukan Gubernur Anwar Hafid untuk Lindungi Hak Buruh
Kerja sama diarahkan pada pengembangan sektor agromaritim, investasi modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembukaan jalur ekspor komoditas unggulan Sulawesi Tengah ke pasar internasional.
Gubernur Anwar Hafid Tinjau Kawasan Medis Modern Hainan
Pada hari kedua kunjungan, rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengunjungi kawasan Medical Tourism di Kota Boao Lecheng, Hainan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat layanan kesehatan terbesar dan paling modern di Tiongkok.
Baca Juga: Dua Tahun Memimpin, Anwar Hafid Pilih Fokus Urus Kemiskinan Sulteng Ketimbang Pilkada 2031
Rektor Untad, Prof. Amar, mengatakan kawasan itu mengintegrasikan puluhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dengan teknologi modern.
“Saat ini kami sedang mengunjungi kawasan Medical Tourism di Kota Boao Lecheng, Hainan. Ini merupakan kawasan pusat pengobatan termodern dan terbesar di Tiongkok yang mengintegrasikan 43 rumah sakit serta fasilitas kesehatan terbesar dan terlengkap di dunia,” ujar Prof. Amar kepada Publik Update melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026).
Rombongan juga meninjau rumah sakit swasta modern dengan sistem layanan berbasis keanggotaan khusus. Teknologi pelayanan kesehatan dan tata kelola kawasan menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Selain sektor kesehatan, kunjungan juga diarahkan pada industri pengolahan kelapa modern di Hainan. Di lokasi itu, kelapa asal Indonesia diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi menggunakan teknologi modern.
Hilirisasi Kelapa Jadi Fokus Kerja Sama Sulteng-Hainan
Produk olahan kelapa yang diproduksi meliputi coconut milk, air kelapa kemasan higienis, nata de coco, hingga produk kecantikan berbahan kelapa.
Baca Juga: Anwar Hafid Wanti-wanti Dampak Global, Program Asta Cita Dikebut di Sulteng
“Kelapanya berasal dari Indonesia, tetapi mereka mengolahnya dengan metode yang sangat modern. Produknya beragam, mulai dari masker kecantikan berbahan buah kelapa, santan susu (coconut milk), air kelapa kemasan higienis, hingga nata de coco,” jelas Prof. Amar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah karena daerah ini merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar di Indonesia.
Pemprov Sulteng mendorong pengembangan hilirisasi agar komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.
Selain industri kelapa, rombongan juga mempelajari sistem peternakan ayam modern di Hainan. Fokus pembelajaran meliputi teknologi peternakan, efisiensi pakan, dan penguatan ketahanan pangan.
Kehadiran Universitas Tadulako dalam lawatan tersebut juga diharapkan memperkuat transfer teknologi, riset, dan pengembangan inovasi industri modern di Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin