Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dukung Swasembada Pangan Nasional, PT SJA2 Normalisasi Sungai Walati Lama di Tiga Desa

Ismail Kamur • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:35 WIB
PT SJA2 berkoordinasi dengan dinas terkait melaksanakan normalisasi Sungai Walati Lama di Desa Petiro di Kecamatan Pamona Timur.
PT SJA2 berkoordinasi dengan dinas terkait melaksanakan normalisasi Sungai Walati Lama di Desa Petiro di Kecamatan Pamona Timur.

RADARPALU - PT Sawit Jaya Abadi 2 (SJA2) berkoordinasi dengan dinas terkait melaksanakan normalisasi Sungai Walati Lama di Desa Petiro sebagai upaya mendukung program percetakan sawah baru dan swasembada pangan nasional di Kecamatan Pamona Timur.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperlancar saluran irigasi persawahan di tiga desa, yakni Desa Petiro, Desa Tiu, dan Desa Taripa, sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini menghambat aktivitas pertanian masyarakat.

Mewakili Camat Pamona Timur, Ratlan Mustapa menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT SJA2 terhadap masyarakat sekitar. Ia mengatakan normalisasi Sungai Walati Lama menjadi langkah penting untuk memperlancar aliran irigasi persawahan di tiga desa tersebut.

Baca Juga: Kapolda Sulteng Baru Brigjen Nasri Sulaeman Tiba di Palu

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Harapannya, setelah dilakukan normalisasi sungai ini, tidak ada lagi sawah masyarakat yang terendam banjir sehingga petani dapat mengelola lahannya dengan lebih optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Desa Petiro merupakan salah satu lokasi program swasembada pangan nasional sehingga keberadaan saluran irigasi yang baik sangat dibutuhkan guna meningkatkan produksi pertanian dan mendukung perekonomian masyarakat.

PT SJA2 berkoordinasi dengan dinas terkait melaksanakan normalisasi Sungai Walati Lama di Desa Petiro di Kecamatan Pamona Timur.
PT SJA2 berkoordinasi dengan dinas terkait melaksanakan normalisasi Sungai Walati Lama di Desa Petiro di Kecamatan Pamona Timur.

Petugas Penyuluh Lapangan Desa Petiro, Rizal Dadlianto, juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT SJA2 atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, normalisasi sungai tersebut sangat penting untuk mendukung kelancaran irigasi sawah di tiga desa, khususnya di Desa Petiro yang menjadi lokasi program swasembada pangan nasional seluas 21 hektare.

Baca Juga: DPRD Sulteng Dukung Satgas Ketenagakerjaan Bentukan Gubernur Anwar Hafid untuk Lindungi Hak Buruh

“Selama ini beberapa area persawahan sering terendam banjir sehingga tidak dapat dikelola secara maksimal. Dengan adanya normalisasi sungai ini, kami berharap lahan pertanian dapat kembali produktif dan memberikan hasil panen yang melimpah bagi petani,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Petiro, Silas Pinapu. Ia mengungkapkan sebelum dilakukan normalisasi, areal persawahan di Desa Petiro, Desa Tiu, dan Desa Taripa kerap terendam banjir akibat terhambatnya aliran air di Sungai Walati Lama.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani hanya dapat melakukan penanaman sekali dalam setahun, padahal potensi panen bisa mencapai dua hingga tiga kali dalam setahun.

 

“Dengan adanya bantuan normalisasi sungai dari PT SJA2, masyarakat sangat terbantu karena diharapkan produksi padi meningkat dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Manajemen PT SJA2, Erikson Nally Situmorang, menegaskan bahwa bantuan normalisasi sungai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan produksi pertanian masyarakat, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan nasional sehingga perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh bersama,” tuturnya.

Baca Juga: BRI Poso Dukung CFD Perdana, Perkuat UMKM dan Transaksi QRIS di Kabupaten Poso

Selain itu, Erikson mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

“Normalisasi Sungai Walati Lama ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar. Kami ingin keberadaan perusahaan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Asisten Water Management System (WMS) PT SJA2, Aprial Jaya, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antara perusahaan dan masyarakat.

Baca Juga: Bupati Parimo Kembali Disomasi Terkait Proyek Perpustakaan, Tim Hukum Ancam Gugatan Perdata

“Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar,” ujarnya.

Kegiatan normalisasi Sungai Walati Lama mendapat respons positif dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, hingga masyarakat Desa Petiro, Desa Tiu, dan Desa Taripa.

Selain mendukung sektor pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.(*)

Editor : Mugni Supardi
#PT SJA2 #normalisasi Sungai Walati Lama #Desa Petiro #Pamona Timur #swasembada pangan