RADAR PALU - Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Tengah terus dipercepat. Gubernur Anwar Hafid mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi secara virtual dari Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/26).
Peresmian nasional itu dipusatkan di Nganjuk dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Acara juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, dan Kapolri.
Dari Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar Hafid didampingi unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, termasuk Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, serta Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae.
Dalam arahannya, Prabowo menyebut peluncuran koperasi Merah Putih menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga menargetkan percepatan pembangunan sistem koperasi hingga ke desa dan kelurahan.
“Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Kita harus mengikis habis mentalitas rendah diri terhadap asing,” kata Prabowo.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan siap mengawal program tersebut bersama pemerintah kabupaten dan kota. Koperasi Merah Putih disebut bukan sekadar program seremonial, tetapi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: Semarak Rangkaian Milad PKS Ditutup Seremoni Sederhana Sarat Makna
Berdasarkan laporan per 15 Mei 2026, Sulawesi Tengah memiliki target 1.981 koperasi desa dan kelurahan. Saat ini, sebanyak 669 gerai koperasi sedang dalam tahap pembangunan fisik.
Dari jumlah tersebut, 60 gerai telah selesai 100 persen. Kabupaten Poso mencatat capaian tertinggi dengan 15 gerai rampung sepenuhnya.
Sementara itu, Morowali Utara menjadi wilayah dengan jumlah gerai progres di bawah 50 persen terbanyak, mencapai 113 gerai. Pemerintah menjadikan wilayah itu sebagai fokus monitoring intensif.
Program koperasi Merah Putih dirancang untuk mendukung berbagai program prioritas nasional di tingkat desa. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis, layanan kesehatan gratis, hingga pengembangan Sekolah Rakyat.
Selain menyerap hasil bumi masyarakat, koperasi juga disiapkan sebagai pusat pelayanan terpadu. Fungsinya meliputi penyaluran gas subsidi, distribusi bantuan pemerintah, layanan logistik bersama PT Pos Indonesia, hingga penyediaan apotek obat murah.
Pemerintah juga menggandeng program pembiayaan usaha mikro melalui PNM Mekaar dengan bunga pembiayaan di bawah 10 persen.
Baca Juga: Peresmian Koperasi Merah Putih dari Molangato Paleleh, Kabupaten Buol
Pemprov Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gerai koperasi. Mulai dari dinas terkait, perangkat kecamatan, kepala desa, hingga pengurus koperasi disebut berperan dalam percepatan program tersebut.
Melalui program ini, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan ekstrem di Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin