RADAR PALU – Krisis beras bisa jadi peluang bagi Kabupaten Buol untuk bangkit lewat sagu. Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menyampaikan, pemerintah daerah tengah menyusun usulan Konservasi Lahan Sagu sekaligus merancang pembangunan pabrik mini hilirisasi perkebunan sagu sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan lokal.
Rencana itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Sulteng, dan seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tengah saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) evaluasi Suksesi Asta Cita di Morowali, 13 Mei 2026.
Dalam forum yang juga dihadiri anggota Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo meminta dukungan agar area sagu yang masih tersisa hari ini masuk dalam kawasan konservasi.
Baca Juga: Dimotori Forum Kades Geruduk Gedung DPRD Buol, Pertanyakan Hak Kades yang Masih Tertahan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol juga membidik lahan basah dan rawa yang ditumbuhi hutan nipah, untuk dikonversi bertahap menjadi hutan sagu produksi. Tujuannya jelas menambah luasan kebun sagu dan menjadikan komoditas ini sebagai pilar ekonomi baru.
“Ayo belajar dari Kabupaten Kepulauan Meranti, dan daerah pesisir Papua yang sudah membuktikan sagu bisa menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Bupati Risharyudi lewat WAG Kanal Aspirasi Warga Buol, Sabtu (16/5/2026).
Contoh dari Meranti dan Papua menjadi rujukan karena daerah itu mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan dari pengolahan dan pengelolaan sagu.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok di Buol Stabil Jelang Idul Adha, Telur dan Minyak Goreng Malah Turun
Buol meyakini potensi yang sama bisa diulang, mengingat wilayahnya memiliki lahan basah yang cocok untuk tanaman sagu dalam skala besar.
Sebagai tindak lanjut Pemkab Buol mengajak semua pihak menggelar seminar dan forum Group Diskusi (FGD) bertema “Habis Beras, Tumbang Harapan”. Diskusi ini diarahkan untuk menyusun peta jalan agar Buol bisa menjadi lumbung sagu Sulawesi Tengah.
Jika berjalan sesuai rencana, Pemkab Buol berharap hilirisasi sagu tak berhenti di bahan baku. Pabrik mini yang akan dibangun diharapkan mampu mengolah sagu menjadi produk bernilai tambah menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian pangan daerah ketika di tengah gejolak harga beras nasional naik.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin