RADARPALU – Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan Praktik Pengembangan Program Unggulan Tahun 2026 dengan tema “Inovasi Asuhan Kebidanan Berbasis Yoga dalam Mendukung Kesehatan Sistem Kardiovaskuler”, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar secara hybrid, yakni luring di Aula Kesling Poltekkes Kemenkes Palu dan daring melalui Zoom Meeting. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami serta menerapkan inovasi asuhan kebidanan berbasis prenatal yoga sebagai pendekatan komplementer bagi kesehatan ibu hamil.
Selain penguatan teori, mahasiswa juga mendapatkan praktik langsung prenatal yoga agar mampu memahami penerapan metode tersebut secara aplikatif dalam pelayanan kebidanan.
Baca Juga: Dari Benih Gratis hingga Traktor, Mentan Amran Bawa Bantuan Besar untuk Korban Banjir Sultra
Materi kegiatan disampaikan secara daring oleh praktisi prenatal gentle birth yoga Indonesia, Yesie Aprillia, S.Si.T, Bdn, S.Keb, M.Kes. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan manfaat prenatal yoga dalam menjaga kesehatan fisik dan mental ibu hamil, meningkatkan kenyamanan selama masa kehamilan, serta mendukung kesehatan sistem kardiovaskuler ibu.
“Prenatal yoga membantu ibu hamil lebih rileks, menjaga kebugaran tubuh, serta mendukung kesiapan fisik dan mental menghadapi persalinan,” jelasnya.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dipandu oleh bidan Yesi dan didampingi oleh tim dosen Poltekkes Palu, yakni Olkamien Jesdika, S.Kep., Ners., M.Sc, Mardiani, SST., M.Keb, dan Dwi Kartika, SST., M.Keb.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Perkuat Ekosistem Inovasi, Teken 48 PKS dan Resmikan Sentra KI Perguruan Tinggi
Pada sesi tersebut, mahasiswa mempraktikkan berbagai gerakan prenatal yoga dengan pendampingan langsung dari instruktur.
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Hastuti Usman, SST., M.Keb mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan pelayanan kebidanan modern yang berbasis evidence based practice dan pendekatan holistik.
Menurutnya, prenatal yoga menjadi salah satu inovasi pelayanan kebidanan yang penting dipahami mahasiswa karena tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik ibu hamil, tetapi juga kenyamanan psikologis dan kesiapan menghadapi persalinan.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan memberikan asuhan kebidanan yang holistik, promotif, preventif, dan sesuai kebutuhan ibu hamil,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Mereka aktif mengikuti sesi materi maupun praktik secara langsung.
Salah satu panitia kegiatan, Sarliana, menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan maternal di masa mendatang.
Baca Juga: PT IMNI Sebut Aktivitas Tambang Terhenti Sejak Januari 2026, Minta Sengketa Mayayap Dikaji Ulang
Melalui kegiatan Praktik Pengembangan Program Unggulan tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan pelayanan kebidanan modern.(*/acm)
Editor : Mugni Supardi