Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SDM Tidak Dianggap, Pelantikan Pejabat Sulteng Tanpa Perwakilan Buol

Muchsin Siradjudin • Senin, 11 Mei 2026 | 19:51 WIB
Jhony Hatimura (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
Jhony Hatimura (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Rakyat Buol merasa kecewa, seolah dukungan politik 65 persen suara rakyat Buol yang memenangkan pasangan Anwar Hafid-Renny Lamadjido,  disingkat pasangan BERANI, seperti tidak memberi nilai politik apa-apa bagi etnis Buol.

Pelantikan pejabat eselon 2, yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Anwar Hafid dijajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang sudah ke tiga kalinya melakukan pelantikan pjabat tinggi pratama (eselon dua) ini, anak-anak dari negeri Pogogul belum masuk gerbong pelantikan.

Terkesan Gubernur Sulteng tidak peduli lagi. Padahal kita punya kader-kader dengan sumber daya manusia (SDM) potensial, baik yang sudah berkiprah di jajaran Pemprov Sulteng, antara lain Dr. Moh. Yasin Baculu PJs Kadis Perpustakaan, sejak Gubernur masih dijabat Rusdy Mastura, hingga kini tidak juga diangkat.

Baca Juga: Pemkab Buol Gelar Penyelesaian Sengketa Lahan Warga Desa Mopu

Kemudian, ada Dr. Budi Lamaka, Sekertaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu. Ada Dadang Hanggi mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buol. Dan masih banyak yang lain.

Kekecewaan ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Buol, eks anggota DPRD Kabupaten Buol, Jhony Hatimura, yang juga digelar singa parlemen ini, kepada Radar Palu, Senin (11/5/2026).

Menurut Jhony, saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulteng tahun 2024 lalu, bersama tokoh daerah lainnya Jhony turut mencari dukungan rakyat hingga di pelosok pedesaan agar memilih H. Anwar Hafid-Renny Lamadjido menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Baca Juga: Jamaah Calon Haji Kabupaten Buol Dilepas dengan Resmi

"Seyogyanya, dukungan politik rakyat Buol kepada Bapak H. Anwar Hafid dan ibu Hj. Renny Lamadjido menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur menjdi atensi serius, bila tidak terkesan lupa kacang akan kulitnya, " ujar Jhony.

"Namun demikian, kami rakyat Buol tidak juga akan diam. Karena politik adalah konsekwensi logis dari pilihan-pilihan itu, " sebutnya.

"Adik-adik kami sekalipun tidak dipakai kami tidak berhenti berdoa, semoga tujuan politik yang paling utama bagi kami, Anwar-Renny dapat merubah wajah Propinsi ini lebih baik dimasa-masa yang akan datang, "tutur tokoh vokal dari bumi Pogogul, alias Kabupaten Buol ini, menutup keterangannya.(***)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Tiga kali pelantikan #Tidak pernah ada orang BUol #di jajaran pejabat Pemprov Sulteng #merasa kecewa