RADARPALU – Tim dosen Prodi D3 Kebidanan dan Prodi D3 Keperawatan Poso Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pinedapa, Kecamatan Poso Pesisir, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta akseptor KB pil tentang manfaat daun sirsak sebagai bahan herbal untuk membantu menurunkan hipertensi.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Fransisca Noya, SST., M.Keb bersama anggota tim Dafrosia Darmi Manggasa, S.Kep., Ns., M.BioMed. Acara dihadiri mahasiswa, bidan desa, kader posyandu, dan ibu-ibu akseptor KB pil.
Baca Juga: Satgas LPG Palu Pantau Kenaikan Harga Gas Non Subsidi, Akui Dampak Konflik Timur Tengah
Fransisca Noya menjelaskan, daun sirsak dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah.
“Daun sirsak kaya akan kalium yang bermanfaat menurunkan tekanan darah. Ion kalium membantu merelaksasi jantung, memperlambat denyut jantung, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh,” jelasnya saat memberikan materi.
Selain edukasi teori, peserta juga diajarkan cara membuat dan mengonsumsi rebusan daun sirsak secara tepat sebagai bagian dari pemanfaatan tanaman herbal.
Baca Juga: Satgas LPG Palu Pantau Kenaikan Harga Gas Non Subsidi, Akui Dampak Konflik Timur Tengah
Bidan Desa Pinedapa, Roslin Parura, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya akseptor KB hormonal yang berisiko mengalami peningkatan tekanan darah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun sirsak sebagai herbal penurun tekanan darah akibat efek samping penggunaan KB hormonal,” ujarnya.
Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Salah seorang akseptor KB pil, Dina, mengaku mendapatkan pengetahuan baru terkait manfaat daun sirsak untuk membantu mengatasi hipertensi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena pengetahuan kami bertambah tentang manfaat daun sirsak mengatasi hipertensi,” katanya.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Poltekkes Kemenkes Palu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan bahan herbal secara tepat sebagai pendukung kesehatan keluarga.(*)
Editor : Mugni Supardi