Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Heboh Isu Penculikan Anak di Mepanga, Polisi Pastikan Hoaks

Rahmad Fadhil • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:20 WIB
KLARIFIKASI HOAKS: Kapolsubsektor Mepanga IPDA Yayang Luki bersama personel melakukan pengecekan dan klarifikasi terkait isu dugaan penculikan anak di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Kamis (7/5/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
KLARIFIKASI HOAKS: Kapolsubsektor Mepanga IPDA Yayang Luki bersama personel melakukan pengecekan dan klarifikasi terkait isu dugaan penculikan anak di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Kamis (7/5/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Isu dugaan penculikan anak yang sempat menghebohkan warga Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, dipastikan tidak benar alias hoaks. Polisi memastikan korban mengalami luka akibat terjatuh dari kendaraan, bukan karena aksi penculikan.

Klarifikasi itu disampaikan pihak kepolisian setelah melakukan pengecekan langsung dan meminta keterangan dari keluarga korban serta sejumlah saksi di lokasi kejadian, Kamis (7/5/2026).

Kapolsubsektor Mepanga IPDA Yayang Luki bersama personel bergerak cepat menelusuri informasi yang beredar luas di media sosial Facebook terkait dugaan penculikan terhadap seorang anak bernama Adam.

Baca Juga: Polres Parimo Ungkap Kasus Narkoba di Ampibabo, Pria 46 Tahun Ditangkap dengan 8 Paket Sabu

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui peristiwa yang sebenarnya merupakan kecelakaan. Korban disebut bergelantungan pada sebuah mobil yang sedang berjalan sebelum akhirnya melompat dan terjatuh hingga mengalami luka-luka.

Keterangan tersebut diperkuat pihak keluarga korban yang menegaskan bahwa tidak pernah terjadi upaya penculikan terhadap anak mereka.

IPDA Yayang Luki mengatakan informasi yang berkembang di media sosial muncul akibat kesalahpahaman warga yang kemudian menyebar tanpa verifikasi.

Baca Juga: Pemkab Parimo Gandeng BPKP, Perkuat Pengawalan Keuangan dan Cegah Penyimpangan

“Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi langsung di lapangan, dapat dipastikan bahwa informasi dugaan penculikan anak tersebut tidak benar atau hoaks. Korban mengalami luka akibat terjatuh dari kendaraan, bukan karena aksi penculikan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan dan mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga: Bupati dan Kapolres Kompak Sapu Bersih PETI, Satgas Tambang Parimo Kembali Bergerak

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang meresahkan agar dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tambahnya.

Polisi berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus menjadi pengingat pentingnya menyaring setiap informasi sebelum dibagikan di media sosial.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Berita tidak benar #Diklarifikasi #Polres Parimo #hoaks