Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tomori Trail Run Morut Sukses Digelar, Jalur Ekstrem dan Panorama Alam Jadi Magnet Peserta

Ilham Nusi • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:23 WIB
HADIAH: Ketua ALTI Morowali Utara Arman Purnama Marunduh menyerahkan hadiah kepada juara pertama Tomori Trail Run kategori 20 K wanita Shopia Rahmawati Maudub, Minggu (10/5/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)
HADIAH: Ketua ALTI Morowali Utara Arman Purnama Marunduh menyerahkan hadiah kepada juara pertama Tomori Trail Run kategori 20 K wanita Shopia Rahmawati Maudub, Minggu (10/5/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)

RADAR PALU – Event perdana Tomori Trail Run di Kabupaten Morowali Utara (Morut) sukses mencuri perhatian para pelari trail run dari berbagai daerah.

Kegiatan yang digelar Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Morut itu tidak hanya menghadirkan tantangan lintasan ekstrem, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata alam Morut yang dinilai sangat menjanjikan untuk pengembangan sport tourism.

Ketua ALTI Morut, Arman Purnama Marunduh, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan event tersebut. 

Baca Juga: Bupati Delis Berharap UKW PWI Morut Lahirkan Wartawan Kompeten dan Berintegritas

Menurut dia, keberhasilan Tomori Trail Run menjadi bukti kerja keras seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan selama berbulan-bulan. Hal utama memastikan jalur lintasan memenuhi standar keselamatan dan ketentuan resmi trail run.

Panitia menyiapkan dua kategori lomba, yakni 10 kilometer dan 20 kilometer. Kedua jalur ini memiliki karakter lintasan yang memadukan tanjakan, jalur hutan, sungai, kawasan berlumpur, hingga pemandangan laut.

"Peserta sangat menikmati lintasannya karena lengkap. Lautnya dapat, hutannya dapat, sungainya dapat, lumpur-lumpurnya juga dapat," ujar Arman ditemui RadarPalu usai penyerahan medali dan hadiah kepada para pemenang, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Ketua DPRD Morut Minta PT KLS Kembalikan Lahan Masyarakat Bungku Utara dan Mamosalato

Arman mengatakan lintasan Tomori Trail Run memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi jalur resmi trail run yang dapat digunakan secara berkelanjutan. 

Dia berharap event tersebut dapat masuk dalam agenda rutin ALTI Sulawesi Tengah bahkan ALTI Indonesia.

Antusiasme peserta juga menjadi sinyal positif berkembangnya olahraga trail run di Morut. 

Baca Juga: Bupati Morut Tegaskan Komitmen Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Awalnya, panitia hanya menargetkan sekitar 100 hingga 150 peserta karena tujuan utama kegiatan lebih difokuskan pada pengenalan olahraga trail run di Morut.

Namun hingga hari pelaksanaan, jumlah peserta mencapai sekira 200 orang. Tingginya minat peserta menunjukkan olahraga trail run mulai mendapat perhatian luas, termasuk dari komunitas pelari luar daerah.

Arman menyebut jumlah peserta sebenarnya berpotensi lebih besar apabila promosi dilakukan lebih panjang dan jadwal kegiatan tidak berbenturan dengan event trail run nasional lainnya seperti Rinjani 100.

Baca Juga: PH, Mantan Bupati Morut, Jamrin Zainas, Desak Polda Sulteng Tindak Lanjuti Laporan Pencemaran Nama Baik di Medos FB

Menurut dia, banyak komunitas pelari dari luar Sulawesi, termasuk Pulau Jawa, berpeluang ikut ambil bagian jika kalender event tidak bertabrakan dengan agenda trail run besar lainnya.

Meski seluruh peserta berhasil mencapai garis finis, panitia mencatat sejumlah pelari mengalami kram otot akibat beratnya medan lintasan. 

Kondisi jalur semakin menantang setelah kawasan lintasan diguyur hujan selama dua hari sebelum perlombaan berlangsung.

Beberapa titik tanjakan dan jalur hauling berubah sangat licin sehingga menguras tenaga peserta. Kendati demikian, tim medis yang disiagakan di lokasi mampu menangani seluruh peserta yang mengalami keluhan fisik.

"Tidak ada peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit karena seluruh penanganan bisa dilakukan langsung di lokasi kegiatan," jelas Arman.

Juara pertama kategori 20 kilometer, Syaloman Mendrova (17), mengaku lintasan Tomori Trail Run menjadi salah satu yang paling sulit dibandingkan sejumlah daerah lain yang pernah diikutinya.

Dia mengatakan sudah tiga kali mengikuti event trail run dan sebelumnya pernah meraih juara empat di Kabupaten Sigi serta juara empat dalam perlombaan di Kalimantan.

Menurut Saloman, kondisi lintasan berbatu dan licin membuat peserta harus ekstra hati-hati selama perlombaan berlangsung. Bahkan dirinya sempat terjatuh ketika melewati jalur ekstrem tersebut.

"Kalau di Morowali sangat sulit. Jalan licin sekali," ujar warga Poso yang berhasil menempuh waktu tercepat yakni 2,28 jam itu.

Sementara untuk juara pertama kategori 20 kilometer wanita diraih Shopia Rahmawati Maudub dengan catatan waktu 2,53 jam.

Selain menjadi ajang olahraga, ALTI Morut juga menjadikan Tomori Trail Run sebagai sarana kampanye pelestarian lingkungan. 

Dalam pelaksanaannya, panitia melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan perusahaan tambang yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan.

Arman yang juga anggota DPRD Morut mengatakan olahraga trail run memiliki keterkaitan erat dengan alam karena lintasannya berada di kawasan gunung, hutan, dan sungai.

Melalui event tersebut, ALTI Morut berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat sekaligus memperkenalkan keindahan alam Morowali Utara kepada peserta dari berbagai daerah.

"Dari event Tomori Trail Run, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," sebut Arman.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Tomori TrailRun #Memiliki potensi besar #Digunakan secara berkelanjutan #morowali utara